PONTIANAK POST – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, turun langsung meninjau ruas jalan yang amblas setelah banjir melanda Desa Angan Tembawang, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Selasa (12/5).
Saat berada di lokasi, Karolin melihat kondisi badan jalan yang rusak cukup parah. Sebagian aspal terlihat terputus akibat tanah di sisi jalan terkikis longsor. Aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi di area rawan untuk mengingatkan warga dan pengguna jalan agar berhati-hati ketika melintas.
Bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi pada awal Mei lalu membawa dampak besar bagi infrastruktur di wilayah Jelimpo. Selain banjir yang sempat merendam rumah warga hingga setinggi sekitar satu meter, longsor juga menyebabkan akses utama masyarakat di Angan Tembawang terganggu.
Kerusakan jalan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat distribusi logistik masyarakat setempat. Di sela kunjungannya, Karolin turut mengumpulkan perangkat desa dan memberikan arahan terkait pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran desa akibat efisiensi belanja pemerintah.
Baca Juga: BGN Nilai Kubu Raya Berpotensi Besar Dukung Pasokan Pangan Program MBG di Kalbar
"Walaupun efisiensi anggaran pemerintah desa jauh berkurang, namun pelayanan kepada masyarakat itu tidak boleh kita kurangi. Kita tetap harus optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Karolin.
Ia juga meminta pemerintah desa aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Landak, terutama terkait fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana. Menurutnya, pemerintah daerah tetap akan mendahulukan penanganan untuk kebutuhan yang bersifat darurat.
"Kemudian hal-hal yang bersifat untuk kepentingan umum, jangan ragu berkoordinasi dengan Pemda walaupun kita anggarannya sangat terbatas. Tapi untuk hal-hal yang sifatnya emergency tentu akan kita prioritaskan," jelas Karolin.
Karolin mengakui pembangunan di tingkat desa masih sangat bergantung pada dana desa, termasuk untuk perbaikan akses jalan antardusun yang menjadi kewenangan pemerintah desa. Ia berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan baik sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.
Pada akhir peninjauan, Karolin berharap kondisi fiskal daerah dan alokasi anggaran tahun depan dapat membaik agar pembangunan dan perbaikan infrastruktur desa di Kabupaten Landak kembali berjalan optimal. "Ya, mudah-mudahan situasi ini segera berlalu karena saya sangat memahami di desa itu pembangunan sangat bergantung pada dana desa," pungkasnya. (mif/r)
Editor : Hanif