PONTIANAK POST – Tokoh masyarakat Mempawah, M. Husni Thamrien mengungkapkan pentingnya mendukung penegakan hukum secara profesional dan objektif dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mempawah. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan dan menimbulkan kegaduhan.
Husni menyayangkan munculnya upaya yang terkesan sistematis untuk menggiring opini negatif terhadap Gubernur Kalbar, Ria Norsan, melalui pemberitaan yang dinilainya menyimpang dari fakta penyidikan.
“Kita harus jernih melihat persoalan. Jangan sampai proses hukum yang tengah dijalankan KPK justru dijadikan alat untuk menyerang pribadi atau menjatuhkan kredibilitas pejabat daerah,” ujarnya, belum lama ini.
Pendiri Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kalbar itu juga mengingatkan bahwa KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait proyek jalan Pasir-Sederam-Sekabuk, dan proses penyidikan masih berlangsung. Ia menekankan bahwa setiap pihak harus menghormati proses tersebut dan tidak melakukan intervensi.
Husni juga mengkritik praktik pencampuradukan informasi antara kasus PUPR Mempawah dengan perkara korupsi di BP2TD Kementerian Perhubungan yang telah memiliki putusan hukum tetap. Menurutnya, tindakan seperti itu berpotensi menyesatkan masyarakat dan membingungkan opini publik.
“Jangan menyebarluaskan kembali bukti-bukti lama dari kasus yang sudah inkrah seolah-olah itu bagian dari penyidikan baru. Ini bisa menimbulkan fitnah dan salah persepsi,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat Kalbar untuk menahan diri dari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya dan mendukung Gubernur serta Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan, agar bisa menjalankan tugas mereka tanpa terganggu isu-isu hoaks.
“Kita perlu menjaga kondusivitas daerah. Mari kita fokus pada pembangunan dan bersinergi untuk mewujudkan Kalbar yang lebih baik,” ujar Husni.
Husni meminta kepada para elit politik agar mengedepankan kepentingan bersama dan menciptakan suasana yang harmonis di tengah masyarakat.
“Kita rawat bersama semangat Kalbar Damai, seperti yang selalu digaungkan Wakil Gubernur Krisantus,” tutupnya.(wah)
Editor : Hanif