Guru Bukan Teman Sebaya, Siswa Tetap Wajib Menjaga Sikap Hormat

Chairunnisya • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 20:01 WIB
Ilustrasi pelajar
Ilustrasi pelajar

PONTIANAK POST -  Banyak guru kini memilih pendekatan yang lebih santai agar pembelajaran terasa menyenangkan. Namun, suasana yang akrab tetap membutuhkan batas agar rasa hormat tidak memudar.

Amazing Teacher Trainer Panji Mahardika SPd MPd menilai gaya mengajar yang lebih cair bukanlah masalah selama guru tetap menjaga posisinya.

Gaya Santai Bukan Penyebab Utama

Baca Juga: Pakar Pendidikan: Candaan Sehat Tidak Membuat Siapa Pun Merasa Direndahkan

Menurut Panji, pendekatan yang lebih dekat justru memiliki banyak manfaat bagi proses belajar.

"Gaya santai itu tidak salah, justru membuat pembelajaran lebih hidup. Tapi masalahnya ketika 'dekat' diartikan sebagai 'tanpa batas'. Guru tetap harus menjaga posisi dan marwahnya," ujarnya, dikutip dari Jawapos.

Ia menambahkan bahwa hubungan yang hangat tetap harus menempatkan guru sebagai pendidik.

Baca Juga: Gestur Menghina Guru Dinilai Bukti Krisis Adab di Dunia Pendidikan Saat Ini

Siswa Tetap Harus Menghormati Guru

Panji mengingatkan bahwa kenyamanan di kelas tidak berarti menghapus hierarki dalam dunia pendidikan.

"Siswa boleh akrab dan nyaman, tapi harus ingat satu hal: guru bukan teman sebaya. Nyaman itu penting, tapi wajib hormat," katanya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kekurangan 90 Ribu Guru Agama, Kemenag Siapkan Solusi

Menurutnya, keseimbangan antara kedekatan dan penghormatan menjadi fondasi komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah. (*)

Editor : Chairunnisya
siswa dan guru etika di sekolah adab terhadap guru pelajar guru