PONTIANAK POST - Banyak guru kini memilih pendekatan yang lebih santai agar pembelajaran terasa menyenangkan. Namun, suasana yang akrab tetap membutuhkan batas agar rasa hormat tidak memudar.
Amazing Teacher Trainer Panji Mahardika SPd MPd menilai gaya mengajar yang lebih cair bukanlah masalah selama guru tetap menjaga posisinya.
Gaya Santai Bukan Penyebab Utama
Baca Juga: Pakar Pendidikan: Candaan Sehat Tidak Membuat Siapa Pun Merasa Direndahkan
Menurut Panji, pendekatan yang lebih dekat justru memiliki banyak manfaat bagi proses belajar.
"Gaya santai itu tidak salah, justru membuat pembelajaran lebih hidup. Tapi masalahnya ketika 'dekat' diartikan sebagai 'tanpa batas'. Guru tetap harus menjaga posisi dan marwahnya," ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Ia menambahkan bahwa hubungan yang hangat tetap harus menempatkan guru sebagai pendidik.
Baca Juga: Gestur Menghina Guru Dinilai Bukti Krisis Adab di Dunia Pendidikan Saat Ini
Siswa Tetap Harus Menghormati Guru
Panji mengingatkan bahwa kenyamanan di kelas tidak berarti menghapus hierarki dalam dunia pendidikan.
"Siswa boleh akrab dan nyaman, tapi harus ingat satu hal: guru bukan teman sebaya. Nyaman itu penting, tapi wajib hormat," katanya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kekurangan 90 Ribu Guru Agama, Kemenag Siapkan Solusi
Menurutnya, keseimbangan antara kedekatan dan penghormatan menjadi fondasi komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah. (*)
Editor : Chairunnisya