Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ancaman Tersembunyi Gagal Ginjal di Balik Senyum Anak

A'an • Rabu, 22 Januari 2025 | 10:20 WIB
Sarah Nuur Jannah.
Sarah Nuur Jannah.

Oleh: Sarah Nuur Jannah

 

KESEHATAN anak-anak semakin mengkhawatirkan dengan semakin banyaknya kasus gagal ginjal yang menyebabkan harus menjalani cuci darah secara rutin. Informasi ini menyebar luas di media sosial. Semakin banyak anak di Indonesia yang terkena gagal ginjal, bahkan menjadi salah satu penyebab kematian utama. Hal ini tentu menjadi kewaspadaan bagi masyarakat agar kasus ini tidak terus meningkat. Penting bagi kita untuk mengetahui tanda-tanda, penyebab, dan cara mencegah penyakit ini.

Penyebab utama mereka terkena penyakit gagal ginjal ini karena mengonsumsi minuman saset dan juga jarang meminum air putih. Selain itu, faktor lain yang dapat menyebabkan gagal ginjal antara lain infeksi saluran kemih berulang, kelainan bawaan ginjal, dan efek samping obat-obatan tertentu tanpa resep dokter juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal pada anak.

Beberapa gejalanya yaitu, mudah lelah karena ginjal yang tidak berfungsi dengan baik sehingga membuat tubuh kekurangan energi. Terjadinya pembengkakan, biasanya muncul di sekitar mata, kaki, dan tangan. Tekanan darah yang tinggi, karena ginjal punya peran penting dalam mengatur tekanan darah. Sesak napas, karena terjadi penumpukan cairan di paru-paru. Sering merasa mual dan muntah, karena ginjal yang sudah tidak berfungsi untuk menyaring racun lagi. Urin yang berwarna gelap atau berbusa juga menjadi tanda adanya masalah pada ginjal.

Untuk melindungi ginjal anak, perlu menjaga gaya hidup sehat. Selain faktor genetik, pola makan yang baik seperti banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Olahraga teratur, yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Bagi penderita diabetes penting untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Hindari minuman yang mengandung alkohol. Rajin untuk pemeriksaan kesehatan rutin yang dapat membantu mendeteksi dini masalah pada ginjal. Terakhir yang paling penting jangan malas untuk meminum air putih.

Penting bagi para orang tua untuk terus memantau kondisi anak, dan mengedukasi tentang bahayanya penyakit-penyakit yang bisa saja diderita oleh anak-anak, terutama penyakit gagal ginjal ini. Jika terlambat mengatasinya, akan berakibat fatal bagi kesehatan tubuh anak.

Gagal ginjal tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari anak. Anak-anak dengan gagal ginjal seringkali merasa berbeda dari teman sebayanya. Mereka mengalami kesulitan untuk bersosialisasi terutama saat bermain dan sekolah. Cuci darah yang harus dijalani secara rutin tidak hanya menyakitkan, tetapi juga dapat menyebabkan masalah psikologis bagi anak.

Sebaiknya pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap produk makanan dan minuman, serta menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai untuk penanganan pasien gagal ginjal. Selain itu, juga memerlukan dukungan dari orang tua untuk mencegah penyakit ini. Yakni, dengan memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat dan membawa anak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.**

 

*Penulis adalah mahasiswa Administrasi Kesehatan ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Editor : A'an
#gagal ginjal