Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Mengoptimalkan Literasi Internet melalui Transformasi Digital Di Sekolah Menengah Atas

Hanif PP • Kamis, 4 September 2025 | 10:34 WIB
Ayu Rizky
Ayu Rizky

Oleh : Ayu Rizky*

Perkembangan teknologi digital yang pesat, khususnya penggunaan internet, mengharuskan adanya literasi digital yang baik di kalangan siswa sekolah menengah atas (SMA). Generasi Z, yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi ini, dihadapkan pada tantangan dalam memanfaatkan internet secara bijak. Sementara internet menawarkan manfaat besar dalam pendidikan, hiburan, dan komunikasi, penggunaannya yang tidak terkendali juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran berita hoaks, perundungan siber, serta terjadinya kejahatan dunia maya. Oleh karena itu, sangat penting untuk membekali siswa dengan literasi digital agar mereka dapat menggunakan internet secara produktif dan aman.

SMA Muhammadiyah 1 Pontianak dipilih sebagai lokasi pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi internet. Program ini fokus untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai penggunaan internet yang bijak dan produktif. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), lebih dari 170 juta orang di Indonesia mengakses internet, dan sebagian besar penggunanya berusia antara 15-19 tahun. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan literasi digital pada kelompok usia ini, yang sering kali rentan terhadap dampak negatif dari penggunaan internet yang tidak terkontrol (Wardani, 2019).

Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan literasi digital siswa dengan cara memberikan sosialisasi mengenai manfaat dan risiko penggunaan internet, serta memahami peraturan hukum yang mengatur penggunaan internet, seperti Undang-Undang ITE. Program ini bertujuan agar siswa dapat menggunakan internet untuk mendukung pembelajaran mereka, mengakses informasi yang berkualitas, serta menghindari dampak negatif dari penggunaan internet, seperti kecanduan dan penyebaran hoaks.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini meliputi pemaparan materi mengenai literasi digital, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi pengalaman dan bertanya seputar penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari mereka, dengan harapan mereka akan lebih bijak dalam menyaring dan menggunakan informasi yang ditemukan di dunia maya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Kalbar Siap Beroperasi Mulai September 2025

Pelaksanaan program ini dilakukan dalam waktu enam bulan dengan melibatkan beberapa aktivitas:Observasi: Tim pengabdian melakukan pengamatan terhadap penggunaan internet di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak untuk mengidentifikasi potensi masalah yang ada.Pemaparan Materi Sosialisasi: Pemaparan mengenai manfaat internet dalam pendidikan dan risiko yang mungkin timbul akibat penyalahgunaan internet.Diskusi Interaktif: Siswa diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman pribadi dan bertanya tentang cara-cara aman menggunakan internet.

Program ini berhasil mencapai tujuannya. Sekitar 80% siswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka mengenai manfaat dan risiko penggunaan internet, berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan. Selain itu, lebih dari 90% siswa melaporkan pemahaman yang lebih baik tentang etika digital dan peraturan terkait penggunaan internet. Pada akhirnya, sekitar 75% siswa sudah mulai menerapkan prinsip penggunaan internet yang bijak dan menghindari aktivitas berisiko seperti penyebaran informasi palsu dan perundungan siber.

Program literasi digital ini menunjukkan pentingnya pendidikan literasi internet di kalangan siswa SMA, guna mengoptimalkan manfaat internet dan mengurangi risiko yang ditimbulkan. Program ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai cara menggunakan internet secara bertanggung jawab. Untuk keberlanjutan program, disarankan agar kegiatan serupa diterapkan di sekolah-sekolah lain, dengan melibatkan lebih banyak siswa dan memperkaya materi yang diberikan, termasuk tentang kejahatan siber dan perlindungan data pribadi (Mayasari, 2019). Kolaborasi yang lebih erat antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat juga penting untuk mendukung penerapan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari siswa.**



*(Penulis. Dosen Administrasi Kesehatan ITEKESMU Kalbar).

Editor : Hanif
#Perundungan #bijak #hoaks #internet #kejahatan siber #siswa sma #Literasi Digital