PONTIANAK POST - Membuat konten selama liburan sudah menjadi bagian dari gaya hidup digital.
Namun, ada etika yang tidak boleh diabaikan, mulai dari meminta izin kepada orang lain hingga memahami dampak jejak digital.
Dilansir dari Jawapos, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Petra, Daniel Budiana SSos MA, menekankan bahwa menghormati privasi merupakan bagian penting dari budaya digital yang sehat.
Baca Juga: Unggah Lokasi Liburan Sembarangan Bisa Memicu Risiko Keamanan Digital
Minta Izin Sebelum Mengunggah Foto Orang Lain
Menurut Daniel, persetujuan perlu diminta sebelum mengunggah foto teman, keluarga, maupun anak-anak.
"Meminta izin sebelum mengunggah foto orang lain menunjukkan penghormatan terhadap privasi dan merupakan bagian dari budaya digital yang sehat. Terlebih jika melibatkan anak-anak, orang tua perlu memberikan persetujuan karena mereka belum memahami sepenuhnya dampak dari jejak digital," ungkapnya.
Baca Juga: Bijak Bermedia Sosial dengan Mengutamakan Cerita Dibanding Status Sosial
Selain itu, wisatawan juga perlu menghormati aturan yang berlaku di lokasi wisata, terutama tempat yang memiliki nilai budaya atau keagamaan.
Jejak Digital Bertahan Lama
Daniel mengingatkan bahwa setiap unggahan akan meninggalkan jejak digital yang dapat bertahan dalam waktu lama dan berpengaruh terhadap citra seseorang.
"Media sosial bisa menjadi sarana berbagi inspirasi selama digunakan dengan etika dan tanggung jawab. Karena itu, sebelum mengunggah momen liburan, pikirkan apakah konten tersebut layak dibagikan, menghormati privasi orang lain, aman bagi diri sendiri, dan tidak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari," lanjutnya.
Baca Juga: Etika Bermedia Sosial Penting Agar Unggahan Liburan Tidak Menimbulkan Masalah
Menurutnya, mempertimbangkan dampak jangka panjang sebelum mengunggah konten merupakan langkah sederhana untuk membangun budaya digital yang lebih sehat. (*)
Editor : Chairunnisya