Sejarah Panjat Pinang HUT RI, Ternyata Berawal dari Pribumi yang Dijadikan Tontonan Penjajah

Silvina • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi sejarah panjat pinang yang berawal dari tontonan untuk menghibur penjajah Belanda
Ilustrasi sejarah panjat pinang yang berawal dari tontonan untuk menghibur penjajah Belanda

 

PONTIANAK POST – Lomba panjat pinang selalu menjadi salah satu perlombaan yang paling dinantikan setiap peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik kemeriahannya, tidak banyak masyarakat yang mengetahui tradisi ini ternyata memiliki sejarah panjang yang berawal dari masa penjajahan Belanda.

Dilansir dari Antara, panjat pinang bukanlah tradisi asli Indonesia. Perlombaan tersebut diperkenalkan pada masa kolonial Belanda dan awalnya digunakan sebagai hiburan dalam berbagai perayaan yang digelar pemerintah kolonial.

Berawal dari Perayaan Ulang Tahun Ratu Belanda

Baca Juga: Indonesia Telah Merdeka, Tapi Kabar Proklamasi Baru Tiba di Pontianak Sebulan Kemudian, Ini Kisah Bersejarahnya

Pada masa penjajahan, panjat pinang kerap digelar dalam perayaan ulang tahun Ratu Belanda maupun acara besar lainnya yang diselenggarakan pemerintah kolonial.

Namun, perlombaan itu bukan ditujukan sebagai hiburan bagi masyarakat pribumi. Sebaliknya, panjat pinang menjadi tontonan yang menghibur kalangan penjajah.

Tiang pinang dilumuri minyak atau pelumas sehingga sangat licin. Di bagian puncaknya digantung berbagai hadiah yang menjadi incaran para peserta.

Baca Juga: Mengenang Bardan Nadi Sutrisno, Pejuang Kalbar yang Disebut sebagai Orang Indonesia Pertama Dieksekusi Mati oleh Belanda

Pribumi Dijadikan Tontonan

Dalam pelaksanaannya, masyarakat pribumi diminta memanjat tiang licin demi memperoleh hadiah yang disediakan.

Sementara itu, para pejabat dan masyarakat Belanda menyaksikan perlombaan tersebut sebagai hiburan.

Baca Juga: Bukan di Kantor Pemerintahan, Merah Putih Pertama di Pontianak Justru Berkibar di Padang Sayok

Situasi itu mencerminkan ketimpangan sosial yang terjadi pada masa penjajahan. Perlombaan tersebut bukan sekadar permainan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masyarakat pribumi diposisikan sebagai objek hiburan yang dianggap lebih rendah oleh penguasa kolonial.

Makna Panjat Pinang Berubah Setelah Indonesia Merdeka

Setelah Indonesia merdeka, masyarakat tidak lagi memandang panjat pinang sebagai warisan kolonial semata.

Baca Juga: Tak Hanya Surabaya, Kalimantan Barat Juga Memiliki Pertempuran Besar Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Tradisi tersebut justru diberi makna baru sebagai simbol perjuangan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

Untuk mencapai hadiah di puncak tiang, peserta harus saling membantu, bekerja sama, dan menyusun strategi. Nilai-nilai itulah yang kemudian dianggap sejalan dengan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Tetap Menjadi Perlombaan Favorit Saat HUT RI

Baca Juga: Sejarah Bendera Indonesia dan Makna Mendalam Dibalik Warna Merah Putih

Hingga kini, panjat pinang masih menjadi salah satu perlombaan yang paling banyak digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga.

Meski memiliki sejarah yang berawal dari masa kolonial, masyarakat Indonesia berhasil mengubah makna panjat pinang menjadi tradisi yang sarat nilai gotong royong, kekompakan, dan semangat untuk mencapai tujuan bersama.

Baca Juga: Ini Asal-Usul Nama Borneo dan Kalimantan yang Jarang Diketahui

Kini, setiap perayaan 17 Agustus, sorak-sorai penonton yang menyaksikan peserta berjuang menaklukkan tiang pinang bukan lagi menjadi simbol penindasan, melainkan perayaan atas semangat persatuan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

 

Editor : Silvina
perayaan 17 agustus sejarah panjat pinang panjat pinang di indonesia sejarah kelam panjat pinang hut ri