PONTIANAK POST - Kerusakan kayu di rumah tidak selalu disebabkan rayap.
Kondisi serupa juga dapat terjadi akibat kayu lapuk yang dipicu jamur, kelembapan berlebih, atau ventilasi yang buruk. Keduanya memiliki penyebab, tanda, serta cara penanganan yang berbeda.
Menurut The Spruce, kayu yang rusak akibat rayap umumnya kering, berlubang dari bagian dalam, dan dapat terlihat adanya aktivitas rayap.
Baca Juga: Cara Memastikan Jenis Serangga Sebelum Mengatasi Kerusakan Kayu
Serangga tersebut memakan kayu sehingga bagian dalam kayu dapat terkikis dan menjadi berongga.
Sementara itu, kayu lapuk merupakan proses alami yang membuat kayu melunak dan hancur. Kondisi ini berkaitan dengan jamur, ventilasi yang buruk, atau kelembapan berlebih.
Kayu yang lapuk biasanya terasa seperti spons, lembek, mudah hancur, dan dapat mengeluarkan bau pengap.
Baca Juga: Cara Mengenali Rayap dari Terowongan dan Kerusakan pada Kayu
Perbedaan Rayap dan Kayu Lapuk
Kerusakan akibat rayap biasanya membuat kayu terlihat kering dan berongga. Saat diketuk, kayu dapat menghasilkan suara kosong.
Pada permukaannya juga dapat ditemukan jalur lumpur atau tabung perlindungan yang dibuat rayap. Kayu lapuk cenderung tampak lebih gelap dibandingkan bagian kayu di sekitarnya.
Baca Juga: Cara Membedakan Rayap dan Semut Tukang Kayu di Rumah
Warnanya dapat berubah dari kuning kecokelatan hingga hitam. Teksturnya retak, rapuh, mudah hancur, serta terasa lembek atau kenyal ketika ditekan.
Dari sisi lokasi, kerusakan rayap sering ditemukan pada bagian rumah yang berdekatan dengan tanah, seperti fondasi, ruang merangkak, tiang teras, penyangga dek, tangga kayu, dinding pelapis, dan rangka dinding.
Sebaliknya, kayu lapuk lebih sering ditemukan di area yang memiliki masalah kelembapan, seperti atap yang bocor, talang, bak cuci, kamar mandi, ruang utilitas, jendela, dan pintu.
Cara Mengenali Kerusakan Rayap
Tanda kerusakan rayap dapat terlihat pada kayu maupun di sekitar lokasi. Kayu yang dimakan rayap biasanya memiliki rongga atau jalur yang sejajar dengan serat kayu.
Baca Juga: Cek Rumah dari Rayap, Kenali Kotoran yang Mirip Serbuk Gergaji
Selain itu, pemilik rumah dapat menemukan rayap hidup atau mati, sayap yang terlepas, cangkang tubuh, maupun tabung lumpur pada bagian bangunan.
The Spruce menyarankan pemilik rumah segera menghubungi tenaga pengendali hama berlisensi ketika menemukan aktivitas rayap.
Dokumentasi berupa foto kerusakan juga dapat dilakukan sebelum penanganan. Setelah rayap benar-benar tidak ada, kayu yang rusak dapat diperbaiki oleh kontraktor bangunan berlisensi.
Baca Juga: Musim Kawin Rayap, Kenali Tanda Keberadaannya di Sekitar Rumah
Cara Mengatasi Kayu Lapuk
Jika menemukan kayu lapuk, langkah pertama adalah mencari sumber kelembapan. Kebocoran perlu dihentikan dan area harus dikeringkan.
Kayu yang sudah lapuk kemudian perlu dilepas. Sirkulasi udara juga perlu diperbaiki sebelum bagian yang rusak diperbaiki.
Untuk kerusakan pada elemen struktural seperti balok, joist, atau subfloor, The Spruce menyarankan menggunakan jasa kontraktor bangunan berlisensi.
Baca Juga: Rayap Bawah Tanah Asia Terdeteksi di Tampa Bay untuk Pertama Kalinya
Mencegah Kerusakan Kayu
Kerusakan akibat rayap dapat dicegah dengan menjauhkan kayu dari kontak langsung dengan tanah, menghindari genangan air, memasang penghalang kelembapan di ruang merangkak, menggunakan kayu tahan rayap atau kayu yang telah diberi perlakuan, serta menutup celah pada fondasi.
Pemilik rumah juga disarankan tidak membiarkan mulsa bersentuhan dengan fondasi dan melakukan pemeriksaan rayap setiap tahun oleh pemeriksa hama berlisensi.
Sementara itu, pencegahan kayu lapuk dapat dilakukan dengan menutup kebocoran pada atap, lis atap, dan talang. Ventilasi di loteng, kamar mandi, dan ruang bawah tanah juga perlu dijaga.
Kayu yang berpotensi terkena kelembapan dapat menggunakan kayu yang telah diberi perlakuan tekanan.
Permukaan kayu juga dicat, serta diperiksa secara berkala untuk mengetahui tanda-tanda pembusukan. (*)
Editor : Chairunnisya