SAMBAS – Sebagai kampus yang berada di daerah dengan sektor perkebunan, Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) mempersiapkan berdirinya Program Studi Pengelolaan Perkebunan. Hal ini sebagai upaya mempersiapkan generasi muda sesuai karakteristik kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja di bidang ini.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero mendorong agar kurikulum pada Prodi baru bisa segera direalisasikan. Ia berharap kurikulum tersebit tak hanya dengan harapan tidak saja menghasilkan tenaga kerja terdidik di bidang perkebunan, tapi juga dapat menghasilkan wirausaha di bidang perkebunan.
"Kemudian secepatnya menjalin kerja sama dengan industri perkebunan di Wilayah Kalbar," ujarnya, kemarin.
“Kami berharap, dengan adanya kurikulum pengelolaan perkebunan nantinya akan lahir generasi muda yang siap menjadi tenaga kerja terdidik di perkebunan, tak hanya itu harus juga mendorong mereka menjadi wirausaha perkebunan,” sambung dia.
Manager Ganda Excellent Grup, Andika Hasibuan menyampaikan jika dalam dunia perkebunan, metode pengelolaan terus berkembang.
“Pengalaman saya, ketika di training center menghadapi fresh graduate saat menggembleng calon planter, tidak mudah dengan menggunakan metode lama. Sehingga diperlukan cara atau metode yang baru untuk membentuk karakter yang diperlukan di dunia industri perkebunan,” katanya.
Wakil Direktur I Poltesa, Budi Setiawan menyampaikan dalam upaya mengadakan prodi baru, perlu sejumlah tahapan. Seperti yang dilaksanakan Jurusan Agrobisnis Poltesa menggelar Sosialisasi dan Forum Grup Discussion (FGD) Kurikulum Program Studi (Prodi) Pengelolaan Perkebunan.
Hasil dari kegiatan, capaian pembelajaran lulusan yang akan digunakan sebagai bagian dari dokumen kurikulum Prodi D-4 Pengelolaan Perkebunan yang akan diusulkan untuk dibuka pada Jurusan Agrobisnis.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk memenuhi syarat pengusulan Prodi Baru, yaitu Prodi D4 Pengelolaan Perkebunan Poltesa, serta menggali informasi dari dunia industri perkebunan dan birokrat tentang karakteristik kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja di bidang perkebunan,” katanya.
Budi berharap semoga pengusulan Prodi Baru ini dapat disetujui. "Kami semua berharap semoga dari kegiatan ini, dokumen kurikulum dan persyaratan lain bisa diselesaikan sehingga dapat segera diusulkan menjadi Prodi Baru Poltesa,” sebutnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kadis Perkebunan Kalbar, menjadi narasumber tentang "Potensi Komoditas Perkebunan di Kalbar sebagai Lapangan Usaha Menjanjikan Untuk Menyerap Tenaga Kerja", dan Manager Ganda Excellent Grup, sampaikan materi tentang "Kompetensi di Perusahaan Perkebunan". (fah)
Editor : A'an