SANGGAU - Peningkatan drastis terhadap temuan 163 hotspot di Kabupaten Sanggau disikapi serius oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau.
Pertemuan secara internal tersebut dilakukan Selasa (23/7) pagi untuk pengambilan langkah strategis sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan.
Pelaksana (Plt) Kepala BPBD Sanggau, Budi Darmawan membenarkan bahwa kondisi temuan hotspot cukup tinggi dari kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Barat.
Kondisi tersebut tentu menjadi warning bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Apalagi, seperti sebelumnya, di saat musim kemarau potensi kebakaran hutan maupun lahan sangat mengkhawatirkan.
"Peningkatan temuan hotspot kita di Sanggau cukup tinggi dari daerah lainnya. Makanya, kami langsung melakukan rapat internal untuk penanganan dan antisipasi kedepannya. Kami berusaha untuk mempertimbangkan langkah-langkah strategis untuk permasalahan ini," ungkapnya usai rapat, Selasa siang.
Budi tidak menampik atas kemungkinan penetapan status siaga penanganan karhutla di Kabupaten Sanggau.
Menurutnya, BPBD Sanggau telah merekomendasikan untuk status siaga tersebut dan akan ditindaklanjuti ke pimpinan daerah agar diterbitkan surat keputusan penetapan.
Selain itu, pihaknya juga akan mengeluarkan surat edaran ke kecamatan maupun stakeholder terkait, termasuk kepada pihak perusahaan dalam rangka penanganan dan pencegahan kebakaran lahan yang lebih luas kedepannya.
"Terkait karhutla ini, kami merekomendasikan untuk status siaga. Nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan daerah untuk dibuatkan surat keputusan penetapan status siaga itu," katanya.
Untuk memastikan keikutsertaan perusahaan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan dan inspeksi terhadap kesiapan perusahaan dalam penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Kami harapkan ini lintas sektoral. Pemerintah daerah, hingga kecamatan dan desa akan melakukan upaya strategis. Begitu juga kami harapkan kepada perusahaan. Makanya kami akan lakukan pengawasan dan inspeksi.
Semoga melalui upaya bersama ini, hotspot-hotspot yang ada tidak menjadi kebakaran lahan yang luas dan menyebabkan kerugian yang lebih besar," terang Budi.
"Karena di pemerintahan sudah menggelar pertemuan, untuk perusahaan akan segera kami surati untuk kesiapsiagaan ini. Kemudian, kami juga terus memantau perkembangan hotspot dengan melibatkan pasukan yang ada di lapangan.
Mereka ini ujung tombak yang sangat diharapkan terkait dengan perkembangan informasi di lapangan. Kita harapkan semuanya berjalan dengan baik dan situasinya dapat kembali terkendali," sambung dia. (sgg)
Editor : A'an