PONTIANAK POST — Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan tidak terjadi kelangkaan BBM di SPBU 64.785.13 Kabupaten Sanggau.
Antrean kendaraan yang sempat terjadi pada Minggu (21/12/2025) dipastikan bukan antrean Biosolar, melainkan antrean normal pada jalur Pertalite akibat kendala teknis operasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyatakan klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
“Berdasarkan pengecekan lapangan dan rekaman CCTV, antrean yang terjadi bukan antrean Biosolar. Pasokan Biosolar dan Pertalite dalam kondisi aman, dan penyaluran berjalan sesuai ketentuan,” ujar Edi, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan, antrean Pertalite dipicu gangguan sinyal jaringan akibat hujan lebat di lokasi SPBU.
Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan transaksi karena sistem pembayaran EDC dan pemindaian barcode subsidi tepat sasaran tidak dapat berjalan optimal.
“Gangguan sinyal menyebabkan proses transaksi melambat sehingga memicu antrean. Kendala tersebut segera ditangani dan operasional SPBU kembali normal,” jelasnya.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan, transparansi informasi, serta kepatuhan terhadap SOP di seluruh lembaga penyalur.
Pengawasan terhadap SPBU terus diperketat, termasuk penegasan penggunaan atribut petugas dan penyampaian informasi yang jelas kepada konsumen.
“Pertamina tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang terbukti melanggar ketentuan,” tegas Edi.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang tidak terverifikasi serta aktif melaporkan pelayanan yang tidak sesuai melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau akun resmi @pertamina135. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro