Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Italia Bidik Guardiola, Pep Buka Peluang Tinggalkan Manchester City

Efprizan • Sabtu, 25 April 2026 | 08:46 WIB
Nama Pep Guardiola masuk dalam wacana calon pelatih timnas Italia. (DOK. MANCHESTER CITY)
Nama Pep Guardiola masuk dalam wacana calon pelatih timnas Italia. (DOK. MANCHESTER CITY)

 
PONTIANAK POST - Nama Pep Guardiola masuk dalam wacana calon pelatih timnas Italia setelah laporan media Italia menyebut pelatih Manchester City itu terbuka mendengar tawaran dari FIGC (PSSI-nya Italia).

La Gazzetta dello Sport melaporkan keputusan pelatih baru Italia baru akan bergerak setelah pemilihan Presiden FIGC pada 22 Juni mendatang.

Isu itu menguat ketika masa depan Guardiola di Manchester City masih belum sepenuhnya pasti, meski kontraknya tersisa hingga Juni 2027.

Laporan yang sama menyebutkan jika meninggalkan City, Guardiola cenderung tidak melatih klub lain dan lebih memilih peran di level tim nasional.

Baca Juga: FIFA Tolak Usulan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia

Opsi itu dinilai sejalan dengan kebutuhan Guardiola mengurangi tekanan setelah bertahun-tahun menangani persaingan ketat di Stadion Etihad.

Di balik spekulasi itu, ada kedekatan personal Guardiola dengan Italia yang memberi bobot lebih pada rumor tersebut.

Mantan gelandang Brescia dan Roma itu disebut memiliki ikatan emosional dengan sepak bola Italia yang belum sepenuhnya pudar.

Pada 2018, Guardiola pernah membuka kemungkinan melatih di Italia, meski belakangan sempat berkelakar lebih memilih datang untuk berlibur.

Baca Juga: Semifinal Piala FA: Manchester City Bidik Final Kedua, Southampton Siap Ganggu Dominasi Guardiola

Kini, peluang itu kembali muncul ketika Italia mencari arah baru setelah periode penuh evaluasi di level tim nasional.

Dukungan juga datang dari legenda Italia Leonardo Bonucci yang menilai Guardiola layak menjadi prioritas bagi federasi.

“Saya pikir itu sangat sulit, tetapi bermimpi tidak membutuhkan biaya apa pun,” ujar Bonucci.

Di tengah reputasinya sebagai pelatih elite, isu ini juga memunculkan sisi manusiawi Guardiola, yakni kebutuhan seorang pelatih untuk mencari ritme kerja yang lebih berimbang setelah tekanan panjang sepak bola klub.

Baca Juga: Arsenal Kejar Puncak Lagi, Newcastle Uji Mental Perebutan Gelar

Jika benar terwujud, Italia bukan hanya merekrut pelatih bertabur gelar, tetapi juga figur yang membawa filosofi baru untuk proyek regenerasi Azzurri. (*)

Editor : Efprizan
#FIGC #Leonardo Bonucci #manchester city #italia #pep guardiola