Razia malam itu menyasar 2 warung kopi. Dengan total pengunjung dan pengelola yang dites antigen sebanyak 62 orang. Satu di antaranya menunjukkan hasil positif.
Usai diketahui positif, Satgas pun mewawancarai pengunjung warung kopi yang merupakan seorang pemuda berusia 23 tahun itu. Diketahui ternyata ia sebelumnya telah merasakan gejala terjangkit Covid-19, seperti kehilangan penciuman dan pengecap. Namun masih nekat nongkrong bersama teman-temannya di warung kopi tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh menyesalkan hal itu. “Sudah hilang penciuman dan tahu bahwa itu gejala Covid-19. Tetapi masih nongkrong bersama kawannya di warkop. Kok ngak ada kesadarannya? Kapan bisa selesai Covid-19 kalau kayak gini,” ucapnya.
Menurut Harysinto, kejadian seperti inilah yang membuat kasus di Sintang makin banyak. Ia mengatakan, harusnya ketika seseorang sudah merasakan gejala terjangkit virus Covid-19, tidak usah takut untuk memeriksakan kesehatannya kepada Dinas Kesehatan. Pemeriksaan antigen tidak dipungut biaya oleh pemerintah bagi orang yang memiliki gejala. Agar bisa diambil tindakan selanjutnya. Bukan dengan mengabaikannya dan tetap beraktivitas seperti biasa.
“Ini bukti dia tidak peduli. Sudah sakit tapi dia masih nongkrong di warung kopi. Berapa banyak yang ditularkan oleh dia? Kawannya semeja ada 4 orang. Nanti pulang ke rumah, ke rumah menularkan ke keluarganya,” ucap Harysinto.
Senada, Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto mengatakan, ini merupakan bukti ketidakjujuran masyarakat. “Perilaku masyarakat kita yang tidak patuh prokes ini sangat disayangkan,” ucapnya.
Melihat selalu ditemukannya pengunjung yang masih positif usai di tes antigen saat razia, Sudiyanto pun menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan razia tersebut. “Nantinya tidak hanya di Kota Sintang saja. Tapi, akan turun ke luar. Kita tetap mendengar informasi-informasi mengenai lokasi yang patut untuk didatangi, untuk melakukan hal yang sama,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat Kabupaten Sintang agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Karena menurutnya, kepatuhan terhadap protokol kesehatan akan berdampak baik pada penanganan Covid-19 di Kabupaten Sintang.
“Dan untuk patuh prokes, dimulai dari kejujuran dulu. Ini perlu kerjasama semua pihak. Karena ini masalah kita semua,” pungkasnya. (ris) Editor : Administrator