PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang bergerak cepat menanggapi laporan ambruknya jembatan di Desa Nanga Libau, Kecamatan Sepauk. Jembatan tersebut merupakan akses penting warga untuk mobilitas dan kegiatan ekonomi sehari-hari.
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, menyampaikan bahwa tim dari pemerintah daerah bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (P2JN) telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi jembatan.
“Menindaklanjuti laporan adanya jembatan di Nanga Libau yang roboh, tim dari kecamatan bersama P2JN telah melakukan survei ke lokasi. Saat ini, usulan perbaikannya sudah diajukan untuk ditampung melalui APBN,” jelas Ronny.
Ronny menambahkan, langkah koordinatif dengan pemerintah pusat menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan infrastruktur yang bersifat strategis bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan akses masyarakat di wilayah pedalaman tidak terputus terlalu lama.
Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sintang turut menyoroti kondisi jembatan tersebut dalam pandangan umum terhadap Nota Keuangan dan RAPBD 2026. Juru Bicara Fraksi, Agustinus, menyebutkan bahwa jembatan Nanga Libau sudah lama mengalami kerusakan sebelum akhirnya ambruk.
“Kami Fraksi PDI Perjuangan telah menerima laporan dari masyarakat Desa Nanga Libau terkait jembatan yang roboh karena usianya sudah tua. Kami meminta pemerintah daerah segera meninjau lokasi dan membangun jembatan baru agar akses masyarakat kembali lancar,” kata Agustinus.
Ia menilai, infrastruktur jembatan di wilayah pedalaman Sintang masih memerlukan perhatian serius karena menjadi satu-satunya jalur penghubung antardesa. Kondisi tersebut, kata Agustinus, berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. (nda)
Editor : Hanif