Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kisah Desa Tani dan Kebun di Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya

Misbahul Munir S • Jumat, 16 Juni 2023 | 17:46 WIB
Petani tampak membawa salah satu hasil panennya berupa cabai dari dusun tani ini.
Petani tampak membawa salah satu hasil panennya berupa cabai dari dusun tani ini.
Memanfaatkan Lahan Secara Bijak, Jadi Simbol Agraris Turun Temurun.

Tersembunyi di balik pemandangan alam yang memukau, terdapat sebuah dusun yang menjadi contoh nyata tentang bagaimana warga setempat dengan bijak mengolah lahan-lahannya. Desa Tani dan Kebun, yang terletak di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, adalah sebuah komunitas agraris. Mereka menggabungkan tradisi pertanian dengan keahlian tradisional guna menciptakan keberlanjutan dan kemakmuran. Seperti apa sih ?

Deny Hamdani, Kubu Raya.

Desa Tani, begitu warga setempat menjuluki Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Dengan aneka lahan suburnya dan luas, warga setempat telah mewarisi pengetahuan pertanian dari generasi ke generasi. Mereka menjaga hubungan erat hubungannya dengan alam sekitar. Warga di sana mampu memanfaatkan potensi alam yang ada untuk menciptakan mata pencaharian berkelanjutan.

Salah satu keunggulan Desa Tani dan Kebun adalah praktik pertanian organik dan non organik. Warga desa percaya bahwa menjaga kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem adalah kunci utama menghasilkan hasil pertanian berkualitas tinggi. Para petani menggunakan metode pertanian organik melibatkan penggunaan pupuk organik, pengendalian hama alami, dan rotasi tanaman. Tujuannya menjaga kesuburan tanah dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Sumarno, pengurus dusun dan desa setempat mengatakan bahwa pertanian di dusunnya berpusat pada diversifikasi tanaman. Warga setempat mengolah lahan mereka dengan bijak. Aneka tanaman dari padi, sayur-sayuran. buah-buahan, termasuk rempah-rempah tumbuh subur. Diversifikasi tanaman ini tidak hanya memberikan keamanan pangan bagi warga desa, tetapi juga memberikan peluang ekonomi yang beragam. "Sebagai contoh, beberapa warga desa telah berhasil menjual hasil panen mereka di pasar lokal dan di ibukota kecamatan dan kota terdekat," ucapnya.

Selain bertani, kebun juga menjadi bagian integral kehidupan warga dusun ini. Petani dusun desa antusiasme mengelola kebun-kebun kecil mereka di halaman depan, belakang, dan samping rumah. Kebun-kebun ditanami aneka sayur-sayur dan rempah-rempah. Selain menjadi sumber bahan makanan, kebun-kebun warga di dusun ini juga memberikan keindahan dan ketenangan bagi warga desa.

Warga di sana juga melibatkan diri dalam program komunitas pengolahan lahan yang bertujuan memaksimalkan penggunaan lahan tersedia. "Kami sering mengadakan pertemuan dan pelatihan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang teknik pertanian modern. Selain itu, juga membangun jaringan kemitraan guna memperoleh pengetahuan mendalam tentang pengolahan lahan," jelasnya.

Lewat kolaborasi tersebut, warga dusun ini berhasil mendapatkan akses teknologi meski terbatas. Misalnya penggunaan sistem irigasi efisien dan pemantauan cuaca secara real-time. Ini dapat membantu petani mengoptimalkan produksi pertanian dan mengurangi risiko kegagalan panen akibat faktor cuaca yang tidak terduga.

Selain itu, lanjut Surmano, warga dusun juga sukses menerapkan praktik pengolahan lahan ramah lingkungan. Seperti penggunaan energi terbarukan dan pengelolaan limbah yang baik. Beberapa petani mampu memanfaatkan pupuk kompos dari sisa-sisa peternakan sapi dan pertanian dalam memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Dalam mengolah lahan-lahan mereka, sambungnya, warga dusun juga menerapkan prinsip keberlanjutan jangka panjang. Masyarakat di sana menjaga keselarasan antara produksi pertanian dan pelestarian lingkungan. Beberapa area lahan dipertahankan sebagai kawasan konservasi, di mana flora dan fauna liar dapat berkembang tanpa gangguan. Warga desa juga memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem yang seimbang dalam jangka panjang.

Selain mengolah lahan, petani dusun juga terlibat dalam kegiatan ekonomi berbasis pertanian. Mereka membentuk koperasi pertanian yang memungkinkan mereka memasarkan produk mereka secara kolektif. Dengan bekerja bersama, mereka dapat mencapai skala ekonomi lebih besar, menjangkau pasar yang lebih luas, dan mendapatkan keuntungan yang lebih baik. Koperasi ini juga memberikan dukungan teknis dan pelatihan kepada anggotanya, membantu mereka meningkatkan kualitas dan daya saing produk pertanian mereka.

Nah, kisah dusun tani dan kebun ini menjadi inspirasi bagi komunitas agraris di seluruh Indonesia. Dengan menggabungkan pengetahuan turun temurun, tradisional dan inovasi modern, warga desa telah menciptakan model pengolahan lahan berkelanjutan. Jelas saja, salah satu tujuannya menghasilkan hasil pertanian berkualitas tinggi, dan mendorong kemakmuran ekonomi lokal. Dalam era yang semakin kompleks ini, dusun tani bisa jadi contoh menginspirasi bahwa kehidupan pedesaan berkelanjutan dan makmur masih mungkin di tengah perubahan zaman. (den) Editor : Misbahul Munir S
#Simbol Agraris #Kecamatan Sungai Raya #Desa Tani #kubu raya