Terminal Barang Internasional Jagoi Babang Dibangun pada 2029

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 22:48 WIB
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis saat menghadiri deklarasi tiga pilar STBM di Kecamatan Samalantan, Jumat (18/9).  (ANTARA/Narwati)
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis. (ANTARA)

 

PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menyebut pembangunan Terminal Barang Internasional (TBI) di Kawasan Perbatasan Jagoi Babang telah masuk dalam rencana strategis Kementerian Perhubungan dan dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2029.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan keberadaan TBI nantinya memungkinkan aktivitas ekspor dan impor barang melalui kawasan perbatasan Jagoi Babang dilakukan secara lebih terintegrasi.

"Pada 2029 di Jagoi Babang dibangun TBI, terminal barang internasional yang sudah masuk renstra Kementerian Perhubungan di 2029. Nanti semua ekspor-impor barang itu bisa dilakukan di PLBN Jagoi Babang," kata Bupati di Bengkayang, Minggu (20/9).

Baca Juga: Reaktivasi PLB Temajuk Diarahkan Buka Peluang Usaha bagi Warga Perbatasan Sambas

Ekspor Jagoi Babang Capai Ratusan Miliar Rupiah

Sebastianus mengatakan aktivitas ekspor melalui PLBN Jagoi Babang saat ini sudah berjalan. Nilai perdagangan yang dikirim melalui pintu perbatasan RI dengan Malaysia tersebut, kata dia, telah mencapai ratusan miliar rupiah.

"Sementara ekspor kita sudah berjalan dengan baik, ya, ratusan miliar sudah bisa ekspor melalui pintu PLBN Jagoi Babang," ujarnya.

Namun, menurut dia, aktivitas impor melalui Jagoi Babang belum dapat dilakukan secara optimal karena masih menunggu kesiapan fasilitas Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di Serikin, Sarawak, Malaysia.

Karena itu, Pemkab Bengkayang mendorong adanya fasilitas CIQS yang lengkap di sisi Malaysia untuk mendukung kelancaran arus barang dan manusia antara kedua negara.

"Kami usul ke pemerintah pusat melalui kementerian di negeri jiran agar pihak Malaysia membangun PLBN yang ada CIQS lengkap, supaya ke depan arus barang, arus manusia juga bisa berjalan dengan baik," katanya.

Baca Juga: BNPP RI dan Malaysia Bahas Pembukaan Kembali Perdagangan Tebedu-Entikong

Infrastruktur Perbatasan Dorong Ekonomi dan Pariwisata

Sebastianus mengatakan penguatan infrastruktur perbatasan di kedua sisi akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di kawasan Jagoi Babang dan wilayah sekitarnya.

Selain perdagangan, peningkatan konektivitas perbatasan juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata.

Wisatawan mancanegara yang masuk melalui Sarawak, kata dia, berpeluang melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata di Kalimantan Barat maupun daerah lain di Indonesia.

"Jadi itu menjadi salah satu destinasi wisatawan dari Malaysia. Wisatawan-wisatawan mancanegara masuk ke Kuching, dia akan lewat pintu Jagoi Babang untuk berkunjung di destinasi-destinasi wisata di Kalimantan Barat maupun wilayah Indonesia lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Keripik Anen Bengkayang Siap Ekspor Perdana ke Malaysia, Didampingi Bea Cukai Jagoi Babang

Menurut dia, kelancaran arus perdagangan dan mobilitas orang melalui perbatasan dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

"Juga ada pertumbuhan ekonomi, saya yakin pesat sekali pertumbuhan ekonomi," katanya.

Ia berharap pembangunan TBI dan penguatan fasilitas perbatasan di kedua negara dapat memperkuat posisi Jagoi Babang sebagai salah satu pintu perdagangan internasional Kalimantan Barat.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
TBI Jagoi Babang Terminal Barang Internasional Jagoi Babang pembangunan TBI Jagoi Babang perbatasan Jagoi Babang