Ekspor Jagoi Babang Tembus Rp109,40 Miliar hingga Agustus 2026

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 22:23 WIB
PLBN Jagoi Babang. (Antara)
PLBN Jagoi Babang. (Antara)

 

PONTIANAK POST – Aktivitas perdagangan lintas batas di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus meningkat. Nilai ekspor melalui kawasan perbatasan tersebut tercatat mencapai sekitar Rp109,40 miliar hingga Agustus 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkayang Yakobus mengatakan, aktivitas perdagangan di kawasan perbatasan hingga kini berjalan normal dan cenderung meningkat.

“Kegiatan perdagangan di Jagoi Babang saat ini masih berjalan seperti biasa dan cenderung ada peningkatan,” kata Yakobus, Selasa (22/9).

Berdasarkan data Bea Cukai Jagoi Babang, nilai ekspor tercatat sekitar Rp58,73 miliar pada 2023. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp75,39 miliar pada 2024 dan kembali naik menjadi Rp101,74 miliar pada 2025.

Sementara itu, sepanjang 2026 hingga Agustus, nilai ekspor telah mencapai sekitar Rp109,40 miliar.

Baca Juga: Bengkayang Dorong Percepatan Fasilitas CIQS Serikin untuk Perkuat Jagoi Babang

Hasil Bumi dan Ikan Dominasi Ekspor

Menurut Yakobus, peningkatan aktivitas perdagangan juga terlihat dari kegiatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang lokal yang masih berjalan normal dan cenderung bertambah.

“Komoditas yang dibawa masyarakat kita ke Serikin sebagian besar hasil bumi dan ikan,” ujarnya.

Aktivitas tersebut menunjukkan perdagangan masyarakat di kawasan perbatasan tetap berlangsung seiring meningkatnya nilai ekspor melalui Jagoi Babang.

Namun, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut juga diikuti sejumlah kendala di kawasan perbatasan.

Baca Juga: Terminal Barang Internasional Jagoi Babang Dibangun pada 2029

Infrastruktur Jadi Kendala

Yakobus mengatakan, kondisi infrastruktur jalan dan jembatan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi. Infrastruktur yang ada dinilai tidak lagi sesuai dengan beban akibat semakin tingginya aktivitas perekonomian masyarakat.

Selain itu, belum dibangunnya kompleks PLBN Serikin di sisi Malaysia dinilai berdampak terhadap belum maksimalnya fungsi PLBN Jagoi Babang sebagai pusat pelayanan pelintasan barang dan orang.

“Belum dibangunnya PLBN Serikin berdampak pada belum berfungsinya secara maksimal PLBN Jagoi Babang sebagai pusat pelayanan pelintasan barang dan manusia,” katanya.

Kendala lainnya adalah belum tersedianya rencana detail tata ruang (RDTR) kawasan perbatasan. RDTR diperlukan sebagai acuan dalam pengendalian ruang dan pengembangan kawasan perbatasan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
ekspor Kalimantan Barat perbatasan Bengkayang ekspor Jagoi Babang perdagangan Jagoi Babang Serikin Malaysia