Danantara Segera Borong Saham BUMN, Emiten Mana yang Dibidik?

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 23:35 WIB
Harga saham perusahaan BUMN pada Senin 19 Oktonber 2026.
Harga saham perusahaan BUMN pada Senin 19 Oktonber 2026.

 

PONTIANAK POST – Danantara Indonesia berencana menambah kepemilikan saham pada perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana tersebut disampaikan ketika harga sejumlah saham pelat merah mengalami tekanan di tengah gejolak pasar modal Indonesia.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, Danantara Investment akan memanfaatkan peluang pasar untuk menambah kepemilikan saham, terutama pada perusahaan dengan fundamental yang dinilai baik.

“Kalau bagus ya kita beli, terutama saham-saham BUMN kan, dan nanti akan menambah kepemilikannya. Kita akan cek terutama sekali saham-saham yang bagus, ya, yang fundamentalnya bagus,” kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10).

Dony belum merinci emiten yang menjadi target pembelian, besaran dana yang disiapkan, maupun jadwal pelaksanaannya. Ia menegaskan, keputusan investasi akan mempertimbangkan kualitas fundamental perusahaan.

Rencana ini menjadi perhatian di tengah koreksi tajam saham-saham berkapitalisasi besar. Pada perdagangan Senin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 4.996,61, melemah 3,64 persen. 

Saham Bank BUMN dan Telkom Masih Tertekan

Sejumlah saham BUMN masih mencatatkan pelemahan pada penutupan perdagangan Senin. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) ditutup di level Rp2.540, turun 3,79 persen. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berada di Rp3.360, melemah 0,88 persen.

Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) ditutup di level Rp2.960, turun 0,34 persen. Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berakhir di Rp850, melemah 3,95 persen. 

Tekanan lebih dalam terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), yang ditutup di level Rp1.770 atau turun 6,84 persen. Di sektor pertambangan, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berakhir di Rp2.480, turun 2,75 persen. Sebaliknya, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 2,50 persen ke level Rp2.870. >

Berikut harga penutupan sejumlah saham BUMN pada Senin (19/10):

Emiten Harga penutupan Perubahan harian
BBRI – Bank Rakyat Indonesia Rp2.540 -3,79%
BMRI – Bank Mandiri Rp3.360 -0,88%
BBNI – Bank Negara Indonesia Rp2.960 -0,34%
BBTN – Bank Tabungan Negara Rp850 -3,95%
TLKM – Telkom Indonesia Rp1.770 -6,84%
ANTM – Aneka Tambang Rp2.480 -2,75%
PTBA – Bukit Asam Rp2.870 +2,50%

Sumber: data perdagangan 19 Oktober 2026 yang dihimpun dari Investing.com dan ringkasan pasar. Harga merupakan penutupan perdagangan, bukan harga berjalan. 

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa koreksi tidak terjadi seragam pada seluruh saham BUMN. Saham Telkom dan BBTN melemah lebih dalam dibandingkan BMRI dan BBNI, sementara PTBA justru menguat pada hari yang sama.

Empat Bank Himbara Kehilangan Kapitalisasi Pasar Rp145 Triliun

Tekanan pasar juga terlihat pada nilai kapitalisasi pasar empat bank milik negara. Berdasarkan estimasi Biro Riset Infobank, kapitalisasi pasar BBRI, BMRI, BBNI, dan BBTN menyusut sekitar Rp145 triliun selama perdagangan 12–16 Oktober 2026.

BBRI mencatat penyusutan terbesar, sekitar Rp70,5 triliun, disusul BMRI Rp57,3 triliun, BBNI Rp15,1 triliun, dan BBTN Rp2,1 triliun. Angka tersebut merupakan estimasi perubahan nilai pasar berdasarkan harga saham dan jumlah saham beredar, bukan kerugian kas negara yang telah terealisasi. 

Gejolak pasar turut dipengaruhi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Jumat (16/10) mengenai konsultasi kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Proses tersebut masih berupa kajian, bukan keputusan final. 

Di tengah situasi itu, Dony menilai pelemahan IHSG merupakan bagian dari dinamika pasar. Menurut dia, hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

“Ya itu kan biasa dinamika, kan. Ya nanti kan pelan-pelan. Yang paling penting tuh sebetulnya kan fundamental kita bagus,” ujarnya.

Dony kembali memastikan Danantara Investment akan menambah kepemilikan saham BUMN. Namun, tanpa informasi mengenai emiten sasaran, alokasi dana, dan waktu pembelian, belum dapat dipastikan saham mana yang akan dibeli maupun seberapa besar pengaruh rencana tersebut terhadap perdagangan di bursa.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Danantara borong saham BUMN harga saham BUMN hari ini harga saham BBRI saham BMRI dony oskaria