Devadata Kembali dengan Sa Pu Tanah Papua, Angkat Isu Eksploitasi dan Ketimpangan

Chairunnisya • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:51 WIB
Devadata mengangkat kegelisahan serta realitas sosial masyarakat dalam Sa Pu Tanah Papua. (DOK JAWAPOS)
Devadata mengangkat kegelisahan serta realitas sosial masyarakat dalam Sa Pu Tanah Papua. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Setelah kembali ke kancah musik underground tahun lalu melalui lagu Lawan, Devadata kembali menghadirkan karya baru.

Bertepatan dengan HUT RI pada 17 Agustus, band hardcore asal Kota Surabaya itu meluncurkan single berjudul Sa Pu Tanah Papua.

Drummer Devadata Dandu menuturkan, Sa Pu Tanah Papua menjadi bukti bahwa Devadata tidak pernah meninggalkan akar bermusik yang telah dibangun selama dua dekade terakhir.

Karya mereka tetap menjadi ruang untuk melawan, menyuarakan kegelisahan, sekaligus mengangkat berbagai realitas sosial yang terjadi di masyarakat.

"Single ini lahir dari keresahan terhadap eksploitasi sumber daya alam, perampasan ruang hidup, serta ketimpangan yang terjadi di tanah Papua," tegasnya.

Laki-laki bernama lengkap Johonas Budhi Pamungkas itu menambahkan, Devadata sengaja menggunakan bahasa asli Papua dalam beberapa penggalan lirik.

Pilihan tersebut menjadi cara bagi Devadata untuk menegaskan persoalan kepemilikan dan hak hidup masyarakat Papua.

"Single ini jadi refleksi tentang eksploitasi dan kerusakan lingkungan di tanah Papua," ucapnya.

Lebih Berani Bereksplorasi

Selain tetap lantang menyuarakan keresahan sosial, Sa Pu Tanah Papua juga menjadi bukti bahwa Devadata tidak terpaku pada satu genre musik.

Band yang berdiri pada 1998 itu kini lebih berani mengeksplorasi musikalitas dengan memasukkan sejumlah genre lain ke dalam karyanya.

Nuansa thrash metal hingga rap core turut mewarnai lagu tersebut.

Tidak hanya bereksplorasi dari sisi musik, Devadata juga menggandeng dua musisi untuk mengisi vokal dalam single tersebut, yakni Shondit, vokalis Babydolls, dan Erwin, vokalis Full Frontal.

Kehadiran kedua vokalis tersebut turut memperkaya warna musikal Sa Pu Tanah Papua, sekaligus mempertegas karakter eksploratif Devadata dalam karya terbarunya. (*) 

Editor : Chairunnisya
tanah papua GenRe Lagu papua musik