Pezeshkian: Iran Tak Lagi Percaya Perundingan dengan AS

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 21:39 WIB
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

 

PONTIANAK POST - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran tidak lagi mempercayai proses perundingan dengan Amerika Serikat menyusul serangan dan sanksi Washington terhadap Teheran.

Pezeshkian mengatakan Teheran tetap menyampaikan pesan kepada Washington melalui mediator Qatar dan Pakistan serta meminta kejelasan mengenai nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dicapai.

"Kami tidak mempercayai pihak Amerika dan tidak tahu atas dasar apa kesepahaman dengan mereka akan dicapai," kata Presiden Pezeshkian kepada Al Jazeera dalam wawancara yang disiarkan pada Sabtu (26/9).

Baca Juga: Trump Desak ExxonMobil dan Chevron Turunkan Harga Minyak Usai Raup Laba Fantastis dari Perang Iran

Pada saat yang sama, Teheran menyampaikan pesan kepada Washington melalui mediator, Qatar dan Pakistan.

Menurut Pezeshkian, Iran terutama mengharapkan Amerika Serikat memperjelas posisi mereka terkait nota kesepahaman (MoU) yang telah dicapai sebelumnya.

Pezeshkian lebih lanjut mengatakan dirinya tidak melihat adanya kebutuhan untuk bertemu Presiden Donald Trump selama pihak AS belum memenuhi kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.

Konflik AS-Iran

Konflik AS-Iran pecah setelah Washington bersama Israel secara sepihak menyerang sejumlah tempat di Iran pada 28 Februari lalu. Serangan AS dan Israel tersebut memicu serangan balasan dari Iran.

Setelah saling serang berlangsung selama beberapa bulan, pada pertengahan Juni Iran dan AS sepakat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan.

Kendati telah ada nota kesepahaman tersebut, konflik bersenjata kedua negara kembali berkobar dan hingga kini belum terselesaikan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Konflik Iran AS Pezeshkian Iran AS Iran tidak percaya AS perundingan Iran AS Pezeshkian dan Trump