Dua Bandara Arab Saudi Diserang, Tiga Orang Terluka

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:19 WIB
Ilustrasi-Serangan roket. (Anadolu)
Ilustrasi-Serangan roket. (Anadolu)

 

PONTIANAK POST- Dua bandara di wilayah selatan Arab Saudi menjadi sasaran serangan pada Senin (5/10) malam. Tiga orang mengalami luka ringan dan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA) menyebut dua bandara yang menjadi sasaran adalah King Abdullah bin Abdulaziz International Airport di Jazan dan Najran International Airport.

Dalam pernyataannya pada Selasa (6/10), GACA mengatakan tim darurat dan otoritas terkait langsung menangani serangan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 

Tiga Orang Mengalami Luka Ringan

GACA mengatakan tiga orang mengalami luka ringan akibat serangan tersebut. Ketiganya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Selain korban luka, serangan juga menyebabkan kerusakan material pada fasilitas bandara. Otoritas penerbangan masih melakukan penilaian terhadap dampak kerusakan yang terjadi. 

GACA menyatakan berkoordinasi dengan otoritas keamanan untuk memastikan keselamatan penumpang dan pekerja serta menjaga keamanan sistem penerbangan sipil Arab Saudi.

Baca Juga: Arab Saudi Bantah Isu Bom Bunuh Diri di Masjidil Haram

Houthi Klaim Serangan

Otoritas Saudi dalam pernyataannya tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kedua bandara tersebut.

Namun, kelompok Houthi di Yaman pada Senin (5/10) mengklaim telah melakukan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk lokasi yang mereka sebut sebagai fasilitas sensitif di Jazan dan Najran. 

Houthi juga mengklaim serangan terhadap King Khalid International Airport di Riyadh, Abha Airport, fasilitas minyak Aramco di Rabigh, serta sejumlah lokasi militer.

Klaim tersebut belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Eskalasi Arab Saudi-Houthi

Serangan terhadap dua bandara tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Arab Saudi sebelumnya mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan ekonomi di wilayahnya serta menilai serangkaian serangan tersebut sebagai peningkatan eskalasi militer.

Baca Juga: Padahal Negara Kaya Minyak, Arab Saudi Kini Berencana Produksi Mobil Listrik

Konflik antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat setelah pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi melancarkan operasi untuk merebut wilayah dari kelompok tersebut. 

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman sejak Maret 2015. Sementara itu, Houthi telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah wilayah lain sejak 2014.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Anadolu
serangan bandara Jazan serangan bandara Najran Arab Saudi Houthi tiga orang terluka Arab Saudi serangan Houthi Saudi Arabia