PONTIANAK POST - Pembangunan markas Batalyon Teritorial Pembangunan 927/Uncak Kapuas (YON TP 927/UK yang ada di Kecamatan Kalis sudah mulai dilakukan. Pembukaan lahan dan pembangunan barak pun sudah didirikan.
Danyon TP 927/UK, Mayor Jamrizal menyampaikan, untuk perkembangan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan 927/Uncak Kapuas (YON TP 927/UK saat ini untuk pondasi-pondasi pembangunan Mako, Barak, dapur dan lainnya sudah hampir berdiri semua.
"Namun yang kita genjot pembangunannys yaitu Mako dan Barak. Karena targetnya pada Januari 2027 kita sudah pindah semua," katanya di Putussibau, Minggu (25/10).
Baca Juga: 55 Personel Kodim 1206 Putussibau Naik Pangkat, Dandim: Tanggung Jawab Semakin Besar
Danyon mengatakan, untuk pembangunan Mako tersebut, lahan yang disiapkan seluas 50 hektare, nantinya akan ada sisa lahan 8 hektare yang akan digunakan untuk pertanian dan peternakan. Kemudian nanti akan ada disisakan 10 hektare lagi untuk dijadikan lapangan tembak.
"Kita pastikan lahan yang dibangun Batalion Teritorial TNI ini status lahannya adalah milik negara," ucapnya.
Lanjut Danyon, untuk saat ini anggotanya berjumlah 591, dimana anggotanya untuk sementara tinggal terbagi dua tempat Dimana ada anggota yang tinggal di barak bangunan milik Pemerintah Daerah Kapuas Hulu. Dan ada yang tinggal di Barak jalan Pesantren Kecamatan Putussibau Selatan.
"Kita masih terkendala masalah air, tetapi tidak menghalangi kami dalam menjalankan tugas sehari-hari," ujarnya.
Baca Juga: Kodim 1206/Putussibau Salurkan Air Bersih untuk 162 KK di Sibau Hulu, Kapuas Hulu
Danyon berharap agar pembangunan Batalion Teritorial ini cepat selesai dan bisa segera ditempati anggotanya. Lagipula jika Batalion Teritorial tersebut sudah terbangun, maka daerah Kecamatan Kalis itu akan ada kota kecil karena segala sarana perkantoran, tempat olahraga, rumah ibadah nl, koperasi dan lainnya akan dibangun.
"Kita berharap pembangunan Batalion Teritorial tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga mampu mendorong pemerataan pembangunan, membuka keterisolasian wilayah, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," pungkasnya. (fik)
Editor : Miftahul Khair