-
Tunjukkan Kepemimpinan Indonesia di Asean
-
Bangun Kelompok Kerja untuk Industri Kepemudaan dan Olahraga
HARI kedua rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-25 Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines, East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Tahun 2022 diisi dengan pertemuan senior official. Acara yang diikuti 96 orang delegasi pejabat setingkat eselon I dari empat negara anggota itu, diadakan di Qubu Resort, Kamis (24/11).
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI Edi Prio Pambudi menjelaskan, pertemuan senior official kemarin diikuti setingkat pejabat tinggi yang mewakili masing-masing negara BIMP-EAGA. BIMP-EAGA sendiri menurutnya sudah cukup lama menjadi satu platfrom kerjasama sub regional, dan juga bagian dari building blocks di Asean.
“Seperti diketahui Indonesia memegang keketuaan Asean di 2023, sehingga kita harus mengupayakan kerjasama kolaborasi semua platfrom dalam Asean. Kita (Indonesia) telah berhasil menunjukkan kepemimpinan dalam G20, maka berikutnya kita juga harus berhasil menunjukkan kepemimpinan kita di Asean,” ungkapnya.
Lebih lanjut Edi mengatakan, titik utama dari BIMP-EAGA adalah membangun integrasi atau konektivitas antar wilayah di kawasan negara anggota. Oleh karena itu, pembahasannya lebih banyak menekankan pada kluster-kluster yang berhubungan langsung pada konektivitas wilayah. Baik terkait bidang agrikultur, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, sosial edukasi, dan pariwisata.
“Serta salah satu yang diusulkan tadi adalah kelompok kerja untuk kepemudaan dan olahraga. Karena kita tahu sekarang kepemudaan dan olahraga merupakan satu industri yang sedang berkembang pesat. Maka diharapkan dengan berdirinya working group ini akan terus memperkuat kerjasama kita di kawasan BIMP-EAGA,” harapnya.
Berbagai hal yang telah berhasil diupayakan Indonesia dalam G20, serta manfaat nyatanya, menurut dia juga akan dibawa ke dalam kawasan sub regional ini. Karena sebagai anggota Asean, Indonesia diharapkan bisa memberikan manfaat pada kawasan sub regional tersebut.
“Dari pertemuan senior official ini nanti akan disusun menjadi rekomendasi ke (pertemuan) tingkat menteri yang akan diadakan besok (hari ini), dua hari ke depan. Dari situ nanti akan diusulkan ini menjadi program ke Sekretariat Asean,” jelasnya.
Dalam pertemuan kemarin Edi menambahkan secara produktif juga banyak didapat masukan dari kelompok bisnis, BIMP-EAGA Bussines Council (BEBC). Serta dukungan dari Asian Development Bank (ADB), dan Sekretariat Asean.
“Kami harapkan dengan BIMP-EAGA kita (Indonesia) mempunyai hubungan yang erat dalam Asean, terutama untuk mengatasi persoalan yang muncul, terkait ketahanan pangan, transisi energi, digitalisasi, serta memastikan proses pemulihan pandemi Covid-19 bisa berjalan secepatnya. Dan kita bisa kembali normal dengan berbagai inovasi yang diusulkan,” tutupnya. (bar) Editor : Misbahul Munir S