Dugaan Penjegalan Thomas Budiman Mencuat Jelang Musprov PASI Kalbar

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 19:20 WIB
Tim Thomas Budiman Soroti TPP dan Administrasi Pencalonan Ketua PASI Kalbar
Tim Thomas Budiman Soroti TPP dan Administrasi Pencalonan Ketua PASI Kalbar

PONTIANAK POST - Dugaan adanya upaya menjegal pencalonan Thomas Budiman sebagai calon Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kalimantan Barat mencuat menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) PASI Kalbar.

Ketua Pemenangan Thomas Budiman, Trason Bin Sael, mempertanyakan mekanisme pembentukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang dinilainya memiliki sejumlah kejanggalan.

Menurut Trason, pembentukan TPP yang bertugas melaksanakan tahapan Musprov PASI Kalbar tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan sejumlah pengurus kabupaten/kota.

Baca Juga: Thomas Budiman Siap Benahi PASI Kalbar dan Dongkrak Prestasi Atlet hingga Nasional

“Pertama, dari pembentukan TPP saya merasa ada kejanggalan. Tim ini dibentuk tanpa koordinasi dengan pengurus kabupaten maupun pengurus provinsi. Kemudian dari ketua, sekretaris hingga anggotanya juga ada yang dinilai memiliki keterkaitan dengan kepengurusan PASI,” kata Trason, Sabtu (19/9).

Ia mencontohkan adanya anggota TPP yang disebut masih menjabat sebagai ketua pengurus kota PASI. Selain itu, menurutnya, terdapat pula pengurus PASI Kalbar yang masuk dalam struktur TPP.

“Kita melihat ada indikasi ketidaknetralan. Bagaimana mungkin tim yang bertugas melakukan penjaringan dan penyaringan calon justru diisi oleh orang-orang yang masih memiliki posisi dalam kepengurusan,” ujarnya.

Trason juga menyoroti persoalan administrasi dukungan calon Ketua PASI Kalbar. Ia menyebut Thomas Budiman telah memperoleh sedikitnya lima dukungan pengurus kabupaten/kota sebagai syarat pencalonan.

Lima dukungan tersebut, kata dia, berasal dari Kabupaten Kayong Utara, Sambas, Kubu Raya, Mempawah dan Sintang.

“Thomas sudah mendapatkan lima dukungan. Hanya saja, pada saat proses administrasi, dukungan asli tersebut belum disampaikan. Persyaratannya memang meminta dukungan asli minimal lima pengkab sebagai syarat untuk maju sebagai calon,” jelasnya.

Menurut Trason, persoalan lainnya berkaitan dengan belum diterbitkannya surat keputusan (SK) kepengurusan sejumlah pengurus kabupaten PASI yang telah menyelesaikan Musyawarah Kabupaten (Muskab).

Ia menyebut terdapat tiga pengurus kabupaten yang telah melaksanakan Muskab dan mendapatkan rekomendasi dari KONI kabupaten, namun hingga kini SK kepengurusannya belum diterbitkan oleh pengurus provinsi.

“Sudah melaksanakan Muskab dan sudah mendapatkan rekomendasi dari KONI kabupaten untuk dibuatkan SK oleh pengprov. Tetapi sampai sekarang SK tersebut belum diterbitkan. Akibatnya, tiga pengkab itu tidak bisa memiliki hak suara dalam Musprov,” katanya.

Trason menduga persoalan tersebut berpotensi mempengaruhi hak suara dalam Musprov PASI Kalbar. Ia juga menyebut masih terdapat sejumlah kepengurusan kabupaten yang belum mendapatkan SK.

“Kami melihat ini sebagai sesuatu yang perlu dipertanyakan. Karena kalau kepengurusan sudah melaksanakan Muskab dan prosesnya sudah berjalan, seharusnya ada kepastian mengenai status kepengurusannya,” ujarnya.

Terkait informasi mengenai ketidaklengkapan berkas pencalonan Thomas, Trason mengaku pihaknya mengetahui hal tersebut melalui pesan WhatsApp yang disampaikan kepada Thomas Budiman.

Namun, pihaknya menilai pemberitahuan melalui WhatsApp belum cukup sebagai dasar resmi untuk menyatakan adanya kekurangan atau permasalahan administrasi pencalonan.

“Kalau sanksi atau keberatan terhadap berkas pencalonan, menurut kami harus ada pemberitahuan secara tertulis. Kalau hanya melalui WhatsApp, kami belum menganggap itu sebagai pemberitahuan resmi,” tegasnya.

Atas persoalan tersebut, tim pemenangan Thomas Budiman berencana mengajukan keberatan sebelum Musprov PASI Kalbar digelar.

“Kami akan mengajukan keberatan sebelum Musprov dilaksanakan. Kami ingin seluruh proses berjalan secara transparan, objektif dan sesuai mekanisme organisasi,” tutupnya.(iza)

Editor : Rafael B. Junior
PASI Kalbar olahraga Kalimantan Barat Thomas Budiman Musprov PASI Kalbar Pencalonan Ketua PASI