Adaksi: Kuliah Gratis PTN Perlu Diiringi Peningkatan Mutu Pendidikan

Uray Ronald • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 22:28 WIB
Ilustrasi - Mahasiswa mengikuti perkuliahan. (Dok JP)
Ilustrasi - Mahasiswa mengikuti perkuliahan. (Dok JP)

 

PONTIANAK POST - Aliansi Dosen ASN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Adaksi) menilai wacana kuliah gratis di perguruan tinggi negeri (PTN) perlu diikuti dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Ketua Umum DPP Adaksi Anggun Gunawan mengatakan, diskusi mengenai pilihan antara kuliah gratis dan peningkatan mutu tidak semestinya memisahkan kedua persoalan tersebut.

"Keduanya merupakan persoalan yang harus diselesaikan bersamaan. Kuliah gratis tanpa peningkatan mutu berisiko menghasilkan perluasan akses tanpa kualitas. Sebaliknya, peningkatan mutu tanpa perluasan akses berpotensi membuat pendidikan tinggi semakin sulit dijangkau sebagian masyarakat," katanya melalui keterangan di Jakarta, Rabu (23/9).

Baca Juga: Pemerintah Bentuk Tim Khusus Kaji Kuliah Gratis di PTN, Hitung Kebutuhan Anggaran

Pembiayaan Mahasiswa dan Mutu Kampus

Anggun mengatakan kebijakan pembiayaan mahasiswa perlu sekaligus diarahkan untuk mendukung perbaikan berbagai aspek pendidikan tinggi.

Menurut dia, aspek tersebut mencakup laboratorium, perpustakaan, riset, kualitas pembelajaran, rasio dosen-mahasiswa, serta kesejahteraan dan kompetensi dosen.

Dengan demikian, menurut Adaksi, perluasan akses melalui pembiayaan pendidikan perlu berjalan bersama dengan penguatan kapasitas perguruan tinggi.

Pengangguran Lulusan PTN Tak Hanya Soal Jumlah Sarjana

Adaksi juga menilai tingginya pengangguran lulusan perguruan tinggi tidak tepat jika semata-mata dibaca sebagai bukti bahwa Indonesia sudah terlalu banyak memiliki sarjana.

Anggun mengatakan persoalan lulusan perguruan tinggi perlu dilihat dari dua sisi, yakni kesiapan perguruan tinggi dan kemampuan perekonomian menciptakan pekerjaan berkualitas.

Baca Juga: Kuliah Gratis PTN Disiapkan Bertahap, Pemerintah Hitung Kemampuan APBN

"Dari sisi kampus memang ada pekerjaan rumah. Kurikulum dan mata kuliah harus semakin relevan dengan perubahan pekerjaan, teknologi, kebutuhan industri, kewirausahaan, dan kompetensi masa depan. Perguruan tinggi perlu lebih kuat menghubungkan pembelajaran dengan proyek nyata, magang, penelitian terapan, industri, serta persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, Anggun mengatakan perguruan tinggi tidak dapat menciptakan seluruh lapangan pekerjaan secara mandiri.

"Kalau industri tidak berkembang, investasi produktif lemah, sektor manufaktur dan teknologi tidak cukup menyerap tenaga terdidik, serta ekosistem riset dan inovasi belum tumbuh kuat, lulusan perguruan tinggi akan tetap menghadapi keterbatasan kesempatan kerja," kata Anggun.

Pendidikan Tinggi Dinilai sebagai Ekosistem

Menurut Anggun, pendidikan tinggi perlu ditempatkan sebagai satu ekosistem.

Mahasiswa membutuhkan akses pendidikan yang terjangkau, perguruan tinggi membutuhkan pembiayaan yang memadai, dosen membutuhkan kesejahteraan yang layak, sementara lulusan membutuhkan perekonomian yang menyediakan pekerjaan berkualitas.

"Bagi Adaksi, keberhasilan kebijakan kuliah gratis nantinya jangan hanya diukur dari berapa juta mahasiswa yang tidak lagi membayar UKT, tetapi juga harus dilihat dari apakah mutu pendidikan meningkat, fasilitas membaik, beban pengajaran menjadi rasional, kesejahteraan dosen meningkat, dan lulusan memperoleh kompetensi yang semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja," ucap Anggun Gunawan.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
Adaksi kuliah gratis PTN biaya kuliah gratis peningkatan mutu pendidikan tinggi dosen asn