Polnep dan UTM Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Banjir di Johor Bahru

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:19 WIB
Pelaksanaan PKM Internasional Jurusan Teknik Sipil Polnep dalam memperkuat kesiapsiagaan terhadap banjir di Johor Bahru, Malaysia, Selasa (4/8/2026).
Pelaksanaan PKM Internasional Jurusan Teknik Sipil Polnep dalam memperkuat kesiapsiagaan terhadap banjir di Johor Bahru, Malaysia, Selasa (4/8/2026).

PONTIANAK POST — Banjir menjadi salah satu tantangan lingkungan perkotaan yang membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat dan pengelolaan risiko secara berkelanjutan. Menyikapi hal tersebut, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) memperkuat kapasitas masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, Malaysia.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Kapasitas Masyarakat Johor Bahru, Malaysia dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir Lingkungan” tersebut dilaksanakan pada Selasa, 4 Agustus 2026, dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa kelas internasional UTM.

Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Hj. Etty Rabihati, M.T. Selain menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus bertukar pengetahuan mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi banjir di lingkungan perkotaan.

Penguatan Kapasitas Masyarakat Johor Bahru, Malaysia dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir Lingkungan
Penguatan Kapasitas Masyarakat Johor Bahru, Malaysia dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir Lingkungan

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Polnep dan UTM. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan dan membuka ruang kolaborasi antara kedua institusi, khususnya dalam bidang teknik sipil, pengelolaan lingkungan, dan mitigasi bencana.

Materi utama kemudian disampaikan oleh Ir. Qalbi Hafiyyan, S.T., M.T., perwakilan tim PKM Internasional Jurusan Teknik Sipil Polnep. Ia memaparkan berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya banjir lingkungan serta langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampaknya.

Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa upaya menghadapi banjir tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga membutuhkan langkah antisipatif melalui pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekaligus mampu mengenali risiko banjir dan menerapkan langkah mitigasi secara tepat serta berkelanjutan.

Baca Juga: Polnep dan UTM Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Banjir di Johor Bahru

Dari perspektif lokal, Dr. Mohamad Hidayat bin Jamal, perwakilan dosen UTM, turut memaparkan kondisi banjir di wilayah Johor. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai persoalan dan tantangan banjir yang dihadapi di wilayah Johor Bahru.

Paparan dari kedua institusi kemudian berkembang menjadi sesi diskusi dan pertukaran pengalaman. Peserta membahas berbagai tantangan pengelolaan banjir serta pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Pertukaran perspektif antara Polnep dan UTM menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pengalaman dari Indonesia dan Malaysia memberikan gambaran bahwa pengelolaan risiko banjir membutuhkan dukungan pengetahuan teknis sekaligus keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan.

Melalui kegiatan ini, kedua institusi tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring akademik dan membuka peluang pengembangan kerja sama di bidang teknik sipil, lingkungan, serta mitigasi bencana.

Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata sebagai simbol apresiasi sekaligus penguatan hubungan kerja sama antara Politeknik Negeri Pontianak dan Universiti Teknologi Malaysia. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Pelaksanaan PKM Internasional tersebut diharapkan menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas masyarakat menghadapi ancaman banjir. Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkuat sinergi Polnep dan UTM dalam membangun kolaborasi akademik yang mendukung terciptanya masyarakat yang lebih siap dan tangguh menghadapi bencana. (*/ser)

Editor : Rafael B. Junior
Universiti Teknologi Malaysia polnep banjir PKM internasional johor bahru