PONTIANAK POST - Rumah yang terlihat bersih belum tentu benar-benar nyaman ditempati.
Sering kali, tumpukan kardus, peralatan dapur berlebih, hingga barang yang “sayang dibuang” masih memenuhi sudut ruangan.
Akibatnya, rumah tampak rapi di permukaan, tetapi belum terasa lapang dan fungsional.
Baca Juga: Tips Mendesain Carport Nyaman agar Rumah Tetap Rapi dan Fungsional
Founder Anti Hoarding, Dika Irawan, mengatakan banyak orang masih menyamakan cleaning dengan decluttering.
Padahal, keduanya memiliki proses dan hasil yang berbeda.
Beda Cleaning dan Decluttering
Menurut Dika, cleaning hanya sebatas aktivitas bersih-bersih rutin seperti menyapu atau mengepel.
Baca Juga: Tips Membuat Taman Kering Indoor untuk Ruang Rumah yang Sempit
Sementara itu, decluttering merupakan proses beberes yang lebih mendalam karena melibatkan pemilahan barang.
’’Kalau cleaning cuma bersih-bersih biasa, nyapu ngepel. Tapi kalau decluttering itu beberes yang lebih mendalam, ada proses memilah dan membuang barang,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Decluttering juga berkaitan dengan aspek emosional, terutama ketika harus melepaskan barang sentimental yang sudah lama disimpan.
Baca Juga: Cara Menata Carport Rumah agar Tetap Estetis dan Nyaman Digunakan
Namun, ketika barang-barang menumpuk mulai berkurang, perubahan rumah akan terasa signifikan.
’’Begitu selesai decluttering, ruangan langsung terasa lebih lapang. Secara visual pasti lebih rapi dan fungsi ruang jadi maksimal,’’ katanya.
Rumah Lebih Lapang dan Fungsional
Dika menilai rumah yang terlalu banyak barang cenderung sulit diatur dan membuat fungsi ruang tidak maksimal.
Karena itu, decluttering bukan sekadar membuat rumah terlihat rapi, tetapi juga membantu penghuni lebih nyaman beraktivitas.
Baca Juga: Tips Mendesain Carport Nyaman agar Rumah Tetap Rapi dan Fungsional
Ia menyarankan agar proses decluttering dilakukan secara sadar dan bertahap agar hasilnya lebih bertahan lama.
Menurutnya, rumah tidak akan berubah jika barang hanya dipindahkan tanpa dikurangi jumlahnya.
’’Kalau cuma nyapu lalu barangnya masuk lagi tanpa dikurangi, sebenarnya enggak ada yang berubah,’’ ujarnya.
Baca Juga: Tips Memilih Partisi Rumah agar Ruangan Tetap Lapang dan Nyaman
Sistem Penyimpanan Jadi Kunci
Setelah proses memilah selesai, setiap barang perlu memiliki tempat penyimpanan yang jelas.
Dika menyebut sistem penyimpanan penting agar rumah tetap rapi setelah decluttering selesai dilakukan.
Barang perlu dikategorikan dan diberi label supaya mudah dikembalikan ke tempat semula.
Baca Juga: Tips Sukses Menanam Bidara India di Lahan Sempit Rumah Anda
Selain itu, seluruh anggota keluarga juga perlu memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kerapian rumah.
’’Setiap orang di rumah harus punya tanggung jawab yang sama,’’ katanya. (*)
Editor : Chairunnisya