PONTIANAK POST - Memulai decluttering sering terasa berat karena banyak orang bingung harus mulai dari mana.
Padahal, menurut Founder Anti Hoarding Dika Irawan, langkah awal bisa dimulai dari barang-barang kecil yang sudah tidak terpakai.
Mulai dari Barang yang Tidak Jelas Fungsinya
Dika menyarankan untuk lebih dulu membuang barang-barang remeh seperti brosur, kardus elektronik, atau kotak-kotak kosong yang sebenarnya sudah tidak memiliki fungsi jelas.
Baca Juga: Cara Membuat Rumah Lebih Lapang dengan Decluttering Secara Bertahap dan Sadar
Setelah itu, proses bisa dilanjutkan ke barang yang masih layak pakai tetapi jarang digunakan.
Barang seperti ini sebaiknya didonasikan agar lebih bermanfaat bagi orang lain.
Tentukan Waktu Khusus Decluttering
Agar tidak terasa melelahkan, Dika menganjurkan menentukan satu hari khusus untuk decluttering, terutama saat akhir pekan.
Baca Juga: Tips Mengatasi Angin Kencang dan Panas pada Kebun Balkon Rumah
Proses ini juga sebaiknya dilakukan bersama keluarga agar lebih ringan.
’’Kalau sendirian capek banget. Jadi sebaiknya bareng-bareng dan dilakukan secara berkesadaran,’’ tuturnya, dikutip dari Jawapos.
Momentum tertentu seperti menjelang Lebaran juga dinilai cocok untuk mulai beberes rumah karena biasanya ada dorongan untuk merapikan hunian.
Baca Juga: Tips Mendesain Carport Nyaman agar Rumah Tetap Rapi dan Fungsional
Ruang Bersama Lebih Mudah Dikerjakan
Untuk pemula, Dika menyarankan memulai decluttering dari ruang bersama seperti dapur atau ruang tamu.
Area tersebut biasanya minim barang sentimental sehingga lebih mudah dikurasi.
Jika barang tidak terlalu banyak, proses decluttering bahkan bisa selesai dalam satu hari.
Namun jika barang sudah menumpuk, waktu pengerjaan dapat memakan satu hingga dua hari. (*)
Editor : Chairunnisya