PONTIANAK POST - Rayap dan semut tukang kayu sama-sama dapat ditemukan di sekitar rumah dan menyebabkan kerusakan pada kayu.
Namun, kedua serangga tersebut memiliki perbedaan fisik dan perilaku yang dapat membantu pemilik rumah mengenalinya.
Salah satu cara paling mudah adalah memperhatikan bentuk tubuh, antena, sayap, dan warna serangga.
Baca Juga: Cek Rumah dari Rayap, Kenali Kotoran yang Mirip Serbuk Gergaji
Perhatikan Bentuk Tubuh
Media The Spruce mengulas, rayap tidak memiliki bagian tubuh yang menyempit seperti pinggang. Tubuhnya cenderung berbentuk persegi panjang.
Sebaliknya, semut tukang kayu memiliki pinggang yang jelas dan menyempit di bagian tengah tubuh.
Antena keduanya juga berbeda. Rayap memiliki antena lurus dan tampak seperti rangkaian manik-manik. Sementara itu, antena semut tukang kayu berbentuk menekuk seperti siku.
Baca Juga: Cara Mengusir Semut dari Gula Pasir, Cukup Gunakan Satu Siung Bawang Putih
Perbedaan juga terlihat pada sayap. Rayap memiliki empat sayap dengan ukuran dan bentuk yang sama. Sayap tersebut lebih panjang dibandingkan tubuh dan mudah terlepas.
Pada semut tukang kayu, sayap bagian belakang lebih pendek daripada sayap bagian depan. Ukuran sayapnya juga lebih proporsional terhadap tubuh.
Warna Tubuh Berbeda
Pekerja rayap umumnya memiliki tubuh transparan, berwarna terang, atau putih krem. Sementara itu, semut pekerja biasanya berwarna kemerahan atau gelap.
Baca Juga: Rumah Bebas Semut Tanpa Racun, Ini Cara Alami Mengusirnya dengan Bahan Dapur
Perbedaan warna tersebut dapat membantu ketika serangga ditemukan di dalam atau sekitar rumah.
Namun, bentuk tubuh dan karakteristik lainnya tetap perlu diperhatikan untuk memastikan identifikasinya.
Rayap Memakan Kayu
Perbedaan penting lainnya terdapat pada cara kedua serangga memperlakukan kayu. Rayap mengunyah dan memakan kayu yang sehat sebagai bagian dari makanannya.
Baca Juga: Rayap Bawah Tanah Asia Terdeteksi di Tampa Bay untuk Pertama Kalinya
Serangga ini dapat membuat terowongan yang kasar dan tidak beraturan serta membangun tabung lumpur sebagai jalur antara tanah dan kayu.
Semut tukang kayu tidak memakan kayu. Serangga tersebut menggali kayu untuk membuat sarang, kemudian mengeluarkan serpihan kayu melalui lubang pada galerinya.
Semut tukang kayu juga cenderung memilih kayu yang lembap atau sudah rusak. Karena itu, keberadaannya dapat ditemukan pada bagian bangunan yang mengalami masalah kelembapan.
Baca Juga: Cek Rumah dari Rayap, Kenali Kotoran yang Mirip Serbuk Gergaji
Kerusakan Rayap Dapat Berkembang Lebih Cepat
The Spruce menyebut kerusakan akibat rayap pada kayu dapat berkembang lebih cepat dibandingkan kerusakan akibat semut tukang kayu.
Rayap dapat menyebabkan kerusakan signifikan dalam waktu sekitar dua hingga empat tahun, sedangkan kerusakan akibat semut tukang kayu dapat membutuhkan waktu lebih lama. (*)
Editor : Chairunnisya