Tips Merawat Labu dalam Pot agar Pertumbuhannya Optimal

Chairunnisya • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 15:23 WIB
Tanaman labu dalam pot membutuhkan sinar matahari cukup serta penyangga untuk membantu pertumbuhan sulurnya. (BALCONY GARDEN WEB)
Tanaman labu dalam pot membutuhkan sinar matahari cukup serta penyangga untuk membantu pertumbuhan sulurnya. (BALCONY GARDEN WEB)

PONTIANAK POST - Menanam labu dalam pot tidak berhenti setelah benih tumbuh.

Tanaman tersebut membutuhkan perawatan berupa penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan penyangga agar pertumbuhannya tetap terjaga.

Balcony Garden Web menyebut labu membutuhkan paparan sinar matahari langsung sekitar enam hingga delapan jam setiap hari.

Kurangnya cahaya dapat memperlambat pertumbuhan dan membuat kelembapan bertahan pada tanaman sehingga meningkatkan risiko munculnya jamur.

Baca Juga: Tak Punya Lahan Luas? Ini Cara Menanam Labu dari Biji di Pot

Jaga Kelembapan Tanah

Media tanam perlu dijaga tetap lembap, tetapi tidak sampai tergenang. Penyiraman dilakukan secara rutin, terutama ketika kondisi kering.

Kelembapan dapat diperiksa dengan memasukkan jari sekitar 1 inci ke dalam tanah. Jika bagian tersebut terasa kering, tanaman perlu disiram.

Penyiraman berlebihan perlu dihindari karena dapat menyebabkan busuk akar dan penyakit jamur.

Baca Juga: Labu Raksasa asal Afrika Bisa Diubah Menjadi Alat Musik hingga Wadah Makanan

Perhatikan Suhu dan Sirkulasi Udara

Labu menyukai suhu hangat sekitar 21 hingga 29 derajat Celsius pada siang hari dan sekitar 15 hingga 21 derajat Celsius pada malam hari.

Kelembapan yang disarankan berada pada kisaran 50 hingga 70 persen. Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan dengan menghindari tanaman terlalu rapat dan memberikan jarak yang cukup antarpot.

Baca Juga: Cara Menanam Labu Raksasa asal Afrika agar Berbuah Besar

Labu Membutuhkan Pupuk

Tanaman labu termasuk tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi. Pada tahap awal pertumbuhan, pupuk seimbang seperti 10-10-10 dapat digunakan.

Ketika tanaman telah tumbuh besar dan mulai menghasilkan bunga, pupuk rendah nitrogen yang kaya kalium dan fosfor, seperti pupuk larut air 5-15-15, dapat diberikan setiap dua minggu.

Pangkas Daun dan Sulur Berlebih

Pemangkasan secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan tanaman.

Daun yang menguning atau sakit serta pertumbuhan sulur yang berlebihan dapat dipangkas untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi risiko penyakit jamur.

Baca Juga: Labu Air Raksasa 17 Kilogram Asal Afrika Berhasil Dipanen di Kebun Indonesia

Ujung sulur juga dapat dipangkas setelah tanaman menghasilkan cukup buah agar energi tanaman lebih diarahkan pada perkembangan buah.

Berikan Penyangga

Tanaman labu dalam pot membutuhkan penyangga agar tidak menyebar di permukaan tanah. Teralis, ajir, atau rangka dapat digunakan untuk membantu menopang sulur.

Teralis berbentuk A menjadi salah satu pilihan. Sulur dapat diikat secara perlahan menggunakan tali taman yang lembut atau klip tanaman.

Baca Juga: Ahli Ungkap Manfaat Labu Kuning untuk Membantu Menjaga Saluran Cerna

Penyangga membantu mengurangi risiko sulur patah, meningkatkan sirkulasi udara, serta mengurangi risiko penyakit yang berasal dari tanah. (*) 

Editor : Chairunnisya
labu dalam pot perawatan labu menyiram labu pupuk labu tanaman labu