Labu Siap Panen Setelah 90-120 Hari, Ini Ciri-cirinya

Chairunnisya • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 15:28 WIB
Labu siap dipanen ketika kulitnya mengeras, warnanya sesuai varietas, dan batang yang menempel mulai mengering. (BALCONY GARDEN WEB)
Labu siap dipanen ketika kulitnya mengeras, warnanya sesuai varietas, dan batang yang menempel mulai mengering. (BALCONY GARDEN WEB)

PONTIANAK POST - Mengetahui waktu panen menjadi bagian penting dalam budidaya labu di dalam pot.

Menurut Balcony Garden Web, labu umumnya dapat dipanen sekitar 90 hingga 120 hari setelah ditanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhannya.

Waktu panen tidak hanya ditentukan oleh umur tanaman. Kondisi fisik buah juga perlu diperhatikan sebelum labu dipetik.

Baca Juga: Tak Punya Lahan Luas? Ini Cara Menanam Labu dari Biji di Pot

Perhatikan Kulit dan Batang

Labu siap dipanen ketika kulitnya sudah mengeras dan mencapai warna yang diinginkan, biasanya warna yang lebih pekat.

Batang yang menempel pada buah juga menjadi petunjuk. Ketika batang mulai mengering dan terasa keras, buah dapat dipersiapkan untuk dipanen.

Ada cara sederhana untuk memeriksa kematangan labu. Tekan bagian kulit menggunakan ibu jari. Jika kulit terasa keras dan menghasilkan suara berongga, buah dinilai sudah siap dipetik.

Kulit buah juga seharusnya mampu menahan tekanan kuku.

Baca Juga: Tips Merawat Labu dalam Pot agar Pertumbuhannya Optimal

Jangan Potong Batang Terlalu Dekat

Ketika memanen labu, buah perlu dipisahkan dari cabang menggunakan gunting pangkas atau pisau tajam.

Pemotongan sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan buah. Sisakan batang sekitar 10 sentimeter untuk membantu memperpanjang masa simpan.

Baca Juga: Labu Raksasa asal Afrika Bisa Diubah Menjadi Alat Musik hingga Wadah Makanan

Keringkan Setelah Dipanen

Labu yang telah dipanen dapat dibiarkan menjalani proses curing atau pengeringan di tempat yang hangat dan kering selama sekitar dua minggu.

Proses tersebut disebut dapat membantu meningkatkan cita rasa sekaligus memperpanjang masa simpan buah.

Perhatikan Buah yang Berkembang

Selain waktu panen, pengelolaan buah juga dapat dilakukan selama tanaman berkembang.

Buah yang lebih kecil atau bentuknya tidak sempurna dapat disingkirkan agar energi tanaman lebih diarahkan untuk menghasilkan labu yang lebih besar dan berkualitas.

Baca Juga: Cara Menanam Labu Raksasa asal Afrika agar Berbuah Besar

Pada kondisi tanpa lebah atau penyerbuk lain, penyerbukan secara manual mungkin diperlukan agar tanaman dapat menghasilkan buah.

Serbuk sari dari bunga jantan dapat dipindahkan ke kepala putik bunga betina.

Bunga jantan biasanya muncul lebih dahulu dan hanya bertahan selama satu hari. Setelah itu, bunga betina akan terbuka dan memiliki tonjolan kecil pada bagian pangkalnya. (*) 

Editor : Chairunnisya
labu dalam pot panen labu labu siap panen waktu panen labu cara panen labu