PONTIANAK POST - Belimbing tidak hanya bisa dinikmati sebagai buah segar. Tanaman tropis ini juga dapat dibudidayakan di rumah, baik langsung di halaman maupun menggunakan pot.
Dengan memperhatikan kebutuhan cahaya matahari, media tanam, dan air, pohon belimbing berpeluang tumbuh dengan baik. Belimbing atau star fruit memiliki nama ilmiah Averrhoa carambola.
Tanaman ini berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan sebagian wilayah Sri Lanka. Pohonnya termasuk tanaman hijau abadi yang dapat tumbuh hingga sekitar 6–9 meter.
Baca Juga: Bisa Panen Dari Rumah, Ini 3 Trik Berkebun Organik Untuk Pemilik Lahan Sempit
Menanam Belimbing Bisa Dimulai dari Biji
Menanam belimbing dari biji dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mencoba membudidayakannya sendiri. Namun, biji yang digunakan perlu dipilih dengan cermat.
Dilansir dari BalconyGardenWeb, biji yang gemuk dan berkembang sempurna lebih berpeluang tumbuh dibandingkan biji yang belum matang.
Musim semi menjadi waktu yang sesuai untuk menyemai biji karena kondisi tanah mulai hangat.
Baca Juga: Rumah Subsidi Tipe 36 Tak Jadi Halangan, Ini Trik Berkebun di Lahan Sempit
Biji dapat ditanam pada media yang mampu mengalirkan air dengan baik, seperti campuran berbahan dasar lumut gambut.
Setelah disemai, letakkan pot di tempat yang memperoleh cahaya terang tidak langsung.
Media tanam perlu dijaga tetap lembap secara teratur, tetapi jangan sampai tergenang. Dalam kondisi yang sesuai, biji belimbing dapat berkecambah sekitar 7–10 hari.
Baca Juga: Raised Bag Jadi Pilihan Berkebun Praktis untuk Halaman Rumah yang Lahannya Terbatas
Setelah tumbuh, bibit dapat dipindahkan ke tempat yang lebih sesuai dengan kebutuhan cahaya dan ruang pertumbuhannya.
Lebih Praktis Memilih Bibit dari Pembibitan
Menanam dari biji tidak selalu memberikan hasil yang memuaskan.
Karena itu, membeli tanaman belimbing yang sudah tumbuh dari tempat pembibitan dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin memulai dengan tanaman yang lebih berkembang.
Di wilayah tropis dan subtropis yang sesuai, belimbing dapat ditanam langsung di tanah apabila tersedia ruang yang cukup.
Baca Juga: Agustus Jadi Waktu Tepat Merawat Taman, Ini Pekerjaan Berkebun yang Perlu Dilakukan
Sementara itu, penggunaan pot dapat menjadi pilihan ketika ruang terbatas atau tanaman perlu dipindahkan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan.
Pemilihan cara tanam sebaiknya mempertimbangkan ketersediaan lahan, kondisi iklim, dan kemampuan merawat tanaman.
Perhatikan Media Tanam dan Sinar Matahari
Belimbing dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tetapi tidak menyukai media yang terus-menerus basah.
Baca Juga: Tak Punya Lahan Luas, Tetap Bisa Berkebun Buah di Rumah
Tanah yang kaya bahan organik dan memiliki drainase baik lebih sesuai untuk mendukung pertumbuhannya.
Untuk tanaman dalam pot, media dapat berupa campuran lumut gambut dengan tanah berpasir dan tanah lempung, ditambah sedikit perlit agar aliran air lebih baik.
Tingkat keasaman tanah yang agak asam, dengan pH sekitar 5,5–6,5, disebut sesuai untuk pertumbuhan optimal.
Cahaya matahari juga berperan penting. Pohon belimbing membutuhkan setidaknya 6–7 jam sinar matahari langsung setiap hari agar dapat berbuah.
Tanaman yang terlalu lama berada di tempat teduh berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
Berapa Lama Belimbing Mulai Berbuah?
Menanam belimbing membutuhkan kesabaran. Pohon belimbing dapat memerlukan waktu sekitar 3–4 tahun untuk menghasilkan panen yang melimpah.
Waktu berbuah dan musim panen dapat berbeda menurut wilayah serta kondisi iklim.
Karena itu, keberhasilan menanam belimbing tidak hanya ditentukan oleh cara menyemai biji, tetapi juga oleh kesesuaian lingkungan dan perawatan dalam jangka panjang. (*)
Editor : Chairunnisya