PONTIANAK POST - Tanaman hoya dikenal dengan daunnya yang menarik dan bunganya yang unik.
Namun, perubahan pada daun, batang, atau kuncup bunga bisa menjadi tanda bahwa tanaman ini mengalami masalah perawatan.
Daun yang memerah, mengerut, hingga bunga yang rontok sebelum mekar dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Mengenali gejalanya sejak awal membantu pemilik tanaman menentukan langkah perawatan yang sesuai.
Baca Juga: Kesalahan Merawat Hoya yang Bisa Menghambat Pembungaan, Apa Saja?
Dilansir dari Homesteadbrooklyn, berikut delapan tanda tanaman hoya bermasalah beserta cara mengatasinya.
1. Daun Terbakar atau Memerah
Daun hoya yang tampak terbakar atau berubah merah bisa menjadi tanda tanaman menerima terlalu banyak sinar matahari.
Jika kondisi ini muncul, pindahkan tanaman sedikit lebih jauh dari paparan sinar langsung atau letakkan di area rumah dengan pencahayaan yang lebih sesuai.
Baca Juga: Hoya Tak Kunjung Berbunga? Ini Enam Penyebab yang Perlu Diperiksa
2. Daun Hoya Mengerut
Daun yang mengerut dapat menandakan hoya kekurangan air atau kelembapan. Namun, gejala ini juga bisa berkaitan dengan akar yang mengering atau mati, kerusakan akar, maupun serangan kutu putih (mealybugs).
Periksa kondisi tanaman secara menyeluruh, termasuk bagian akar dan permukaan daun. Setelah mengetahui kemungkinan penyebabnya, lakukan perawatan sesuai kondisi tanaman.
Baca Juga: Hoya Berdaun Lebat tapi Tak Berbunga? Perhatikan Delapan Hal Ini
3. Tanaman Tampak Layu
Hoya yang mulai lemas atau layu bisa mengalami kerusakan akar akibat penyiraman berlebihan maupun kekurangan air. Karena itu, periksa akar untuk mengetahui apakah kondisinya masih sehat.
Jika sebagian besar akar telah mati, ambil bagian tanaman yang masih sehat untuk diperbanyak melalui stek.
Cara ini dapat menjadi pilihan untuk mempertahankan tanaman ketika sistem perakarannya sudah rusak parah.
4. Jarak Antar-ruas Batang Memanjang
Jarak antarruas batang (internode) yang memanjang secara berlebihan biasanya menunjukkan hoya sedang mencari sumber cahaya.
Baca Juga: Jangan Asal Pakai Pot, Media Tanam Hoya Lacunosa Bruno Tricolor Harus Porous
Untuk mengatasinya, pindahkan tanaman ke lokasi yang lebih dekat dengan sumber cahaya. Pastikan pencahayaannya cukup tanpa membuat daun terpapar sinar matahari langsung secara berlebihan.
5. Hoya Tidak Kunjung Berbunga
Salah satu penyebab hoya tidak berbunga adalah kurangnya cahaya. Meski demikian, kebutuhan setiap jenis hoya dapat berbeda.
Beberapa jenis mungkin memerlukan perubahan kondisi tertentu untuk merangsang pembungaan, seperti periode suhu lebih dingin atau pengurangan penyiraman. Kebutuhan tersebut bergantung pada jenis hoya dan habitat asalnya.
Karena itu, jangan sengaja membuat tanaman mengalami stres tanpa mengetahui kebutuhan spesifiknya. Perhatikan jenis hoya yang dipelihara sebelum mengubah pola perawatan.
Baca Juga: Kesalahan yang Biasa Dilakukan Pemula Saat Merawat Hoya Lacunosa Bruno Tricolor di Rumah
6. Kuncup Bunga Rontok Sebelum Mekar
Kuncup bunga yang rontok sebelum mekar dapat terjadi ketika media tanam terlalu kering dalam waktu lama atau justru terlalu basah.
Jaga kelembapan media tanam sesuai kebutuhan tanaman. Hindari membiarkan media benar-benar kering terlalu lama maupun mempertahankannya dalam kondisi basah terus-menerus.
7. Daun Tiba-Tiba Berguguran
Baca Juga: Hoya Lacunosa Bruno Tricolor, Tanaman Tiga Warna yang Mempercantik Teras Rumah
Daun yang mendadak rontok dapat menjadi tanda hoya mengalami paparan udara dingin atau perubahan suhu yang terlalu tajam.
Tempatkan tanaman di lokasi yang hangat dan memiliki kelembapan memadai. Hindari meletakkannya di dekat aliran udara dingin secara langsung agar kondisinya tetap stabil.
8. Daun Terasa Lengket
Permukaan daun yang lengket bisa disebabkan oleh cairan yang dikeluarkan hama pengisap cairan tanaman, seperti kutu daun (aphids) dan kutu putih.
Jika hoya tidak sedang berbunga, periksa bagian daun, batang, serta sela-sela tanaman untuk menemukan tanda keberadaan hama.
Baca Juga: Philodendron Brandi, Tanaman Hias dengan Daun Hijau Keperakan
Namun, daun lengket tidak selalu menandakan serangan hama. Beberapa jenis hoya, seperti Hoya kerrii, Hoya multiflora, dan Hoya imperialis, dapat menghasilkan nektar dalam jumlah cukup banyak.
Nektar tersebut bisa menempel pada daun, kain, atau furnitur di sekitarnya.
Bersihkan cairan yang menempel pada daun karena permukaan lengket dapat menarik hama dan mendukung pertumbuhan jamur jelaga (sooty mold).
Baca Juga: 8 Tanaman Hias yang Bisa Tumbuh di Air dan Bantu Menyaring Udara
Cara Menyiram Hoya yang Terlalu Kering
Jika media tanam hoya telanjur terlalu kering, jangan langsung menyiramnya dengan air dalam jumlah berlebihan.
Berikan air secukupnya, kemudian tingkatkan frekuensi penyiraman secara bertahap sesuai kondisi media tanam dan kebutuhan tanaman.
Periksa kelembapan media sebelum menyiram kembali. Tujuannya agar tanaman mendapatkan air secara bertahap tanpa membuat akar terendam atau media terus-menerus basah.
Baca Juga: Cara Menangani Tanaman Hias Baru Datang Agar Tidak Mengalami Stres Berat
Perhatikan Perubahan Tanaman
Perubahan pada daun, batang, dan bunga dapat membantu pemilik mengenali masalah perawatan hoya. Namun, satu gejala bisa memiliki beberapa penyebab sehingga kondisi tanaman perlu diperiksa secara menyeluruh sebelum mengambil tindakan.
Dengan memperhatikan pencahayaan, kelembapan, kondisi akar, suhu, dan kemungkinan serangan hama, perawatan hoya dapat dilakukan dengan lebih tepat. (*)
Editor : Chairunnisya