Guna mewujudkan komitmen itu, pada Sabtu dan Minggu, 11-12 September 2021 lalu, tim ISMI Kalbar, dipimpin Ketua Ismi Kalbar, Sukiryanto didampingi beberapa pengurus diantaranya wakil ketua Zainul Arifin, bendahara M. Fachri, Ketua divisi infrastruktur dan property M. Isnaini wakil sekretaris Boby Anta Maulana dan beberapa pengembang property, mengunjungi Entikong, Kabupaten Sanggau.
Menurut Sukiryanto, Ismi Kalbar berkomitmen untuk ikut serta membangun perbatasan, sebab hal ini selain sejalan dengan visi Presiden RI Joko Widodo, yaitu nawacita membangun Negara dari pinggiran atau perbatasan adalah wilayah terpinggir yang perlu dijaga keutuhannya.
Sukiryanto berharap dan menghimbau agar semua komponen bangsa memiliki kepedulian dan komitmen yang sama dan memberikan prioritas dalam pembangunan kawasan perbatasan sesuai dengan kapasitas, kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki masing-masing komponen.
Dalam kunjungan ke perbatasan Entikong kemari, lanjut Sukiryanto ada tiga agenda kegiatan yang dilakukan Ismi kalbar, yaitu orientasi dan peninjauan rencana lokasi pembangunan perumahan bersubsidi, peninjauan gedung terminal barang internasional dan tatap muka dengan tokoh masyarakat Entikong.
Dia menerangkan, untuk pembangunan rumah bersubsidi masih dalam tahap orientasi awal dan sudah ada lokasi yang ditawarkan masyarakat dengan sistem bagi bangun. Dan pembangunan akan memanfaatkan dukungan program rumah bersubsidi dari pemerintah, agar masyarakat perbatasan dapat membeli rumah murah dan terjangkau.
"Tentu nanti kami akan MoU dengan pemilik lahan," kata Sukiryanto, kemarin.
Selain soal pembangunan, dia menambahkan, ia berharap agar kegiatan ekspor impor melalui pelabuhan darat (TBI) Entikong segera dapat terealisasi agar roda ekonomi masyarakat hidup kembali.
"Dalam kapasitas sebagai anggota DPD utusan Kalbar, saya akan mendorong pemerintah untuk secepatnya menghidupkan kegiatan ekspor impor, agar roda perekonomian dikawasan perbatasan ini akan hidup kembali," tukas Sukiryanto.
Selain itu, Sukiryanto menyatakan, menyikapi adanya pengaduan masyarakat tentang ratusan kepala keluarga yang sudah lima tahun ini belum menerima pembayaran ganti rugi lahan rumah dan pekarangannya yang terkena proyek pembangunan jalan raya, ia akan menindaklanjuti masalah tersebut ke kementerian terkait agar segera diselesaikan.
Menurut Sukiryanto, masalah tersebut sudah memakan waktu lama dan jika tidak diselesaikan akan berdampak pada sektor lain dan juga kamtibmas di perbatasan.
Wakil Ketua Ismi Kalbar, Zainul Arifin, menuturkan, dalam pembangunan kawasan perbatasan, paling tidak ada tiga pendekatan yang harus diperhatikan, yaitu pendekatan kesejahteraan, pendekatan keamanan dan pendekatan lingkungan.
Oleh karena itu, dia menambahkan, ketiga pendekatan tersebut harus benar-benar dilakukan, sehingga masyarakat merasakan pembangunannya.
"Masyarakat perbatasan harus merasakan dampak dari pembangunan," pungkasnya. (adg) Editor : Yulfi Asmadi