Pesan Prabowo untuk Generasi Muda: Jangan Malas Belajar Sejarah

PONTIANAK POST – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya mempelajari sejarah bagi generasi muda, terutama calon pemimpin bangsa.
Ia menilai, salah satu kelemahan Indonesia adalah masih adanya pemimpin yang melupakan sejarah, bahkan malas mempelajarinya.
“Anak-anakku, belajarlah sejarah. Saya juga sudah bicara tentang kelemahan bangsa Indonesia. Pemimpin-pemimpinnya lupa sejarah. Bahkan ada pemimpin-pemimpin yang malas belajar sejarah. Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah,” kata Prabowo melalui YouTube Sekretariat Presiden saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran: Survei SMRC vs Poltracking Bertolak Belakang, Siapa yang Keliru?
Prabowo Ingatkan Bahaya Mengabaikan Sejarah
Prabowo menegaskan, sejarah harus menjadi pelajaran agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan para pendahulu.
Menurut dia, meskipun teknologi terus berkembang, sifat manusia tidak banyak berubah. Karena itu, memahami sejarah menjadi penting, khususnya bagi mereka yang kelak memegang kekuasaan.
“Kalau kita nggak belajar sejarah, kita bakal ngulang kesalahan sejarah, kesalahan yang pernah dibuat oleh para leluhur kita,” ujarnya.
Ia kemudian menyinggung pengalaman Indonesia yang pernah dijajah bangsa asing. Prabowo menilai, perpecahan di antara para penguasa dan kelompok masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia mudah dikuasai.
Ia mencontohkan adanya penguasa pada masa lalu yang memilih bekerja sama dengan bangsa asing dibandingkan bersatu dengan saudara sendiri.
Persatuan Jadi Kunci Menjaga Indonesia
Prabowo mengingatkan strategi penjajah melalui politik pecah belah atau divide et impera yang digunakan untuk mempertahankan kekuasaan.
Ia meminta generasi muda mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut dan tidak membiarkan perpecahan kembali melemahkan Indonesia.



