PONTIANAK POST – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan induk dan anak orangutan bernama Mama Lifa dan Lifa yang terjebak di perkebunan kelapa sawit terdampak kebakaran di Kabupaten Ketapang.
Kedua orangutan ditemukan bertahan di antara beberapa pohon akasia dalam area sekitar 400 meter persegi yang dikelilingi perkebunan sawit di Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
"Keberadaan Mama Lifa dan Lifa menunjukkan bagaimana orangutan dapat bertahan di area yang sangat terbatas ketika habitat di sekitarnya sudah tidak lagi mendukung," kata Direktur Operasional Program YIARI Argitoe Ranting di Ketapang, Minggu (20/9).
Baca Juga: Dalam Sebulan, BKSDA dan YIARI Selamatkan 15 Orangutan Terdampak Karhutla
Terjebak di Habitat yang Terdampak Kebakaran
Keberadaan induk dan anak orangutan tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat melalui Call Center BKSDA Kalbar pada Rabu (16/9).
Menindaklanjuti laporan itu, tim Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah Ketapang bersama Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI melakukan verifikasi lapangan pada Kamis (17/9).
Hasil verifikasi menunjukkan keduanya berada di kawasan yang sangat terbatas dan tidak lagi memiliki sumber pakan yang memadai. Area di sekitar lokasi juga telah terdampak kebakaran.
"Ketika area yang tersedia sangat kecil dan sumber pakan tidak memadai, risiko bagi orangutan menjadi semakin besar," tuturnya.
Setelah memastikan kondisi lapangan, tim memutuskan melakukan evakuasi pada Jumat (18/9). Proses penyelamatan menggunakan senapan bius untuk menjaga keselamatan satwa maupun petugas.
Baca Juga: Api Memutus Jalan Pulang, Enam Orangutan Terjebak di Kebun saat Kobaran Tinggal 200 Meter
Mama Lifa dan Lifa Menjalani Pemeriksaan Kesehatan
Setelah dievakuasi, kedua orangutan dipindahkan ke lokasi aman untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan awal tidak menemukan luka bakar maupun luka lainnya pada Mama Lifa maupun Lifa. Namun, suhu tubuh Mama Lifa tercatat mencapai 39,5 derajat Celsius.
Tim medis kemudian memberikan pengobatan, dukungan cairan melalui infus, serta oksigen kepada induk orangutan tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan gigi, Mama Lifa diperkirakan berusia sekitar 15 tahun. Sementara itu, Lifa yang masih menyusu diperkirakan berusia satu hingga dua bulan.
BKSDA Minta Masyarakat Melaporkan Satwa Terancam
Kepala BKSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane mengapresiasi masyarakat yang melaporkan keberadaan kedua orangutan tersebut sehingga proses penyelamatan dapat segera dilakukan.
"Respons cepat dari masyarakat sangat membantu kami memperoleh informasi awal, sehingga tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah penanganan di lapangan," katanya.
Baca Juga: Prabowo Minta Karhutla Ditangani, Orangutan Kalbar Juga Diselamatkan
Murlan mengimbau masyarakat segera melaporkan keberadaan orangutan maupun satwa liar lain yang terancam, terutama di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan penanganan sendiri karena tindakan tersebut dapat membahayakan manusia maupun satwa.
Laporan dapat disampaikan kepada BKSDA Kalimantan Barat melalui Call Center di 0811-5670-041 atau 0811-5776-767 agar dapat ditindaklanjuti bersama pihak terkait dengan cara yang aman bagi masyarakat maupun satwa, ujar Murlan.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara