Delegasi BIMP-EAGA Kunjungi Rumah Radakng

Misbahul Munir S • Dipublikasikan Minggu, 27 November 2022 | 13:09 WIB
KULINER : Delegasi BIMP-EAGA yang mengikuti site visit di Rumah Radakng mencicipi kuliner khas Bubur Pedas.
KULINER : Delegasi BIMP-EAGA yang mengikuti site visit di Rumah Radakng mencicipi kuliner khas Bubur Pedas.
Coba Permainan Tradisional Hingga Kuliner Ragam Etnis

DI hari terakhir rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-25 Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines, East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Tahun 2022 diisi dengan berbagai kegiatan di luar pertemuan. Salah satunya adalah site visit yang diikuti para delegasi di luar tamu VIP dan VVIP dari keempat negara.

Di saat para tamu setingkat menteri, dan gubernur/kepala daerah (VIP dan VVIP), melaksanakan berbagai kegiatan di Pendopo Gubernur, delegasi lainnya diajak mengunjungi Rumah Radakng di Jalan Sutan Syahrir. Dimana koordinator untuk pelaksanaan acara di sana adalah Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar.

Photo
Photo
GASING : Delegasi BIMP-EAGA yang mengikuti site visit di Rumah Radakng mencoba permainan tradisional pangkak gasing.

Tiba di lokasi, puluhan tamu atau delegasi dari empat negara anggota BIMP-EAGA itu disambut dengan musik dan tari tradisional khas Kalbar. Kepala Disporapar Windy Prihastari mengungkapkan, selain pertunjukan seni budaya, juga ditampilkan bermacam atraksi permainan rakyat, pameran, pembagian suvenir, dan suguhan masakan, atau makanan khas Kalbar.

Pihaknya sengaja melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar sekaligus bisa mempromosikan produk-produk mereka di sana. Windy berharap pihaknya bisa memaksimalkan momen BIMP-EAGA untuk melakukan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif (Ekraf) di Kalbar.

“Kami mempersilahkan para delegasi untuk mencoba makan, masakan sederhana, kuliner khas Kalbar,” katanya.

Koordinator UMKM yang disuguhkan dalam site visit tersebut, Yenna Wiguna, menjelaskan, Disporapar Kalbar mengajak UMKM yang ada untuk bekerja sama menyajikan makanan, dan masakan khas Kalbar.

“Baik (makanan) dari suku Melayu, Tionghoa, dan Dayak. Di sini ada 11 stand, kayak ada (kue) cucur, kerupuk basah, kopi liberika, kerupuk amplang, masakan khas Dayak. Terus durian kita mempopulerkan sekarang yang lagi musim durian dari Jemongko, ada dari Balai Karangan,” ungkapnya.

Selain itu, Yenna yang juga Owner Pondok Ale-ale itu menambahkan, juga ada masakan khas melayu Kalbar seperti bubur pedas. Serta minuman khas tionghoa seperti che hun tiau, bongko dan lainnya. “Ada juga mie sagu, pokoknya banyak masakan-masakan yang lain. Kue-kue tradisional juga diangkat semua di sini, disajikan semua, dibuat oleh ibu-ibu UMKM yang ada di Kalbar ini,” pungkasnya.

Para tamu kenegaraan itu tampak berbaur dengan suasana di sana. Mereka sangat antusias mencicipi beragam kuliner, mencoba permainan rakyat, dan juga saling berinteraksi satu sama lain.(bar) Editor : Misbahul Munir S
permainan tradisional BIMB-EAGA Delegasi Kunjungi Rumah Radankng Kuliner Ragam Etnis