Peserta dari Indonesia, Malaysia dan Brunei Tampilkan Kemampuan Terbaik
KUCHING – Sepuluh peserta cabang tilawah Al-Quran tampil pada malam pertama Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo 2026 di Dewan Kompleks Islam Sarawak, Kuching, Senin (26/10) malam. Terdiri dari lima qari dan lima qariah, para peserta mewakili sejumlah wilayah di Pulau Borneo, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Penampilan mereka mengawali persaingan cabang tilawah dalam ajang yang mempertemukan para pencinta Al-Quran dari berbagai wilayah di Borneo. Setiap peserta mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan dalam seni membaca Al-Quran, dengan memperhatikan tajwid, kefasihan, kualitas suara, dan penguasaan lagu.
Peserta yang tampil berasal dari Kuching, Miri, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, serta Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Lima qari yang tampil adalah Hadi bin Mohd. Sharkawi dari Kuching, Muhammad Azryan Syafiq dari Kalimantan Tengah, Rahmadi dari Kalimantan Selatan, Ahmad Suaib dari Kalimantan Barat, serta Sulkipli, S.Th.I. dari Kalimantan Utara.
Sementara lima qariah yang tampil yakni Eza Nurmaiza binti Japarudin dari Miri, Nurhaneyah binti Nordin dari Bandar Seri Begawan, Munzalina Abdul Rauf dari Kalimantan Barat, Fasihah binti Arpa dari Kuching, serta Nadita Asyah Fitri dari Kalimantan Timur.
Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut memperlihatkan semangat bersama untuk mengembangkan seni baca Al-Quran sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat di kawasan Borneo.
Hadiah Johan RM20.000
Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo 2026 menyediakan hadiah yang cukup besar bagi para peserta. Untuk cabang tilawah, Johan atau juara pertama memperoleh RM20.000, setara sekitar Rp88 juta dengan kurs RM1 sebesar Rp4.400.
Naib Johan atau juara kedua mendapatkan RM14.000 atau sekitar Rp61,6 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh RM10.000 atau sekitar Rp44 juta. Panitia juga menyediakan Saguhati sebesar RM3.000 atau sekitar Rp13,2 juta bagi peserta yang tidak meraih juara.
Sementara itu, cabang hafalan Al-Quran 15 juz juga menawarkan hadiah menarik. Johan memperoleh RM10.000 atau sekitar Rp44 juta, Naib Johan RM8.000 atau Rp35,2 juta, dan juara ketiga RM6.000 atau Rp26,4 juta. Peserta yang tidak meraih juara mendapatkan Saguhati RM2.000 atau sekitar Rp8,8 juta.
Pada penyelenggaraan tahun ini, cabang tilawah diikuti 17 peserta, sedangkan cabang hafalan Al-Quran 15 juz diikuti 15 peserta. Kedua cabang dipertandingkan untuk kategori putra dan putri.
Melanjutkan Jejak Pontianak
Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo 2026 merupakan kelanjutan dari MTQ Pertama Antarbangsa se-Borneo yang digelar di Pontianak pada 28–30 November 2023. Ketika itu, Kalimantan Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana yang mempertemukan peserta dari berbagai wilayah di Kalimantan, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Pada penyelenggaraan pertama di Pontianak, cabang yang diperlombakan terbatas pada tilawah putra dan putri. Tahun ini, kompetisi diperluas dengan penambahan cabang hafalan Al-Quran 15 juz.
Perluasan cabang tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pembinaan tilawah dan tahfiz Al-Quran di kawasan Borneo. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan lintas wilayah dan negara untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menyemarakkan syiar Al-Quran.
Melalui penyelenggaraan yang berkelanjutan, Majlis Tilawah Al-Quran Bandaraya se-Borneo diharapkan berkembang menjadi agenda bersama yang mempererat hubungan masyarakat di Pulau Borneo sekaligus mendorong lahirnya generasi Qurani yang berprestasi.**
Editor : Salman Busrah