PONTIANAK POST - Pembangunan kompleks Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di Serikin, Sarawak, Malaysia, mulai berjalan dan ditargetkan beroperasi pada 2028.
Kehadiran fasilitas ini berpotensi mengubah pola pelayanan perbatasan sekaligus memperkuat aktivitas perdagangan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, yang nilai ekspornya telah mencapai Rp109,40 miliar hingga Agustus 2026.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Bengkayang Yakobus mengatakan pembangunan CIQS Malaysia saat ini telah memasuki tahap pengerjaan lahan di kawasan titik nol perbatasan.
Baca Juga: Ekspor Jagoi Babang Tembus Rp109,40 Miliar hingga Agustus 2026
“Diperkirakan tahun 2027 pembangunan fisik selesai dan tahun 2028 diharapkan sudah dapat beroperasi,” ujar Yakobus, dikutip dari Antara (22/9).
Menurut dia, keberadaan fasilitas CIQS di kedua sisi perbatasan akan memperkuat pelayanan lintasan orang, barang, dan jasa secara resmi. Kondisi itu diharapkan membuat aktivitas ekonomi lintas negara menjadi lebih tertata.
Ekspor Jagoi Babang Terus Tumbuh
Pembangunan CIQS Serikin datang ketika aktivitas perdagangan Jagoi Babang sedang meningkat.
Data Bea Cukai Jagoi Babang mencatat nilai ekspor sekitar Rp58,73 miliar pada 2023. Angka itu naik menjadi Rp75,39 miliar pada 2024 dan Rp101,74 miliar pada 2025.
Baca Juga: Bengkayang Dorong Penguatan Perbankan dan Transaksi Digital di Jagoi Babang
Hingga Agustus 2026, nilai ekspor sudah mencapai Rp109,40 miliar. Komoditas yang dikirim ke Serikin didominasi hasil bumi dan ikan, sementara aktivitas UMKM serta pedagang lokal juga menunjukkan peningkatan.
Pelayanan Lintas Batas Bisa Berubah
Sekretaris Kecamatan Jagoi Babang Sunarto menyebut CIQS memiliki fungsi penting dalam pemeriksaan masyarakat yang keluar maupun masuk kedua negara.
“CIQS itu sebenarnya badan yang melekat di PLBN,” kata Sunarto.
Menurut dia, masyarakat Jagoi Babang telah lama memiliki hubungan mobilitas dengan Malaysia, baik untuk perdagangan, pekerjaan maupun kepentingan lainnya.
Karena itu, pembangunan fasilitas di sisi Malaysia dinilai berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat perbatasan.
“Tentu sangat besar peran dan pengaruhnya bagi kami warga di perbatasan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Terminal Barang Internasional Jagoi Babang Dibangun pada 2029
Infrastruktur Indonesia Masih Jadi Tantangan
Meski fasilitas perbatasan Malaysia semakin diperkuat, Jagoi Babang masih menghadapi persoalan di sisi Indonesia.
Peningkatan aktivitas perdagangan belum sepenuhnya diikuti kondisi jalan dan jembatan yang memadai. Infrastruktur tersebut dinilai mulai tidak sesuai dengan beban akibat semakin tingginya aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, pembangunan CIQS Serikin memberikan gambaran bahwa konektivitas kedua kawasan perbatasan akan semakin terintegrasi.
Jika pembangunan berjalan sesuai target, Jagoi Babang dan Serikin bukan hanya menjadi jalur perlintasan masyarakat, tetapi juga semakin penting sebagai pintu perdagangan resmi antara Indonesia dan Malaysia.
Editor : Khoiril Arif Ya'qob