BEI Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG, Ini Daftarnya

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 23:23 WIB
ANJLOK: Pengunjung mengamati layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Jumat (16/10). IHSG ditutup pada level 5.185,10 atau anjlok 11,57%, di tengah pengumuman MSCI mengenai konsultasi kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market. (INDRIANTO EKO/ANTARA)
ANJLOK: Pengunjung mengamati layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Jumat (16/10). IHSG ditutup pada level 5.185,10 atau anjlok 11,57%, di tengah pengumuman MSCI mengenai konsultasi kemungkinan reklasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market. (INDRIANTO EKO/ANTARA)

 

PONTIANAK POST – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan 80 saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Seluruh saham tersebut memiliki bobot gabungan sekitar 18 persen dalam indeks utama pasar saham Indonesia.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, mengingat saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi memiliki risiko tersendiri.

“Ke depannya seluruh saham dalam High Shareholding Concentration (HSC) itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10).

Jeffrey menegaskan, pengeluaran saham HSC dari penghitungan indeks bukan berarti penghapusan pencatatan atau delisting. Saham-saham tersebut tetap tercatat di bursa dan dapat diperdagangkan oleh investor.

“Tetap bisa diperdagangkan tetapi pergerakan harganya tidak akan memengaruhi pergerakan IHSG,” katanya.

Saham HSC merupakan saham dengan kepemilikan yang terkonsentrasi pada sejumlah kecil pemegang saham. Konsentrasi tersebut dapat membatasi jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik atau free float, sehingga pergerakan harga saham berpotensi tidak sepenuhnya mencerminkan aktivitas perdagangan yang luas.

Dengan mengecualikan saham HSC dari penghitungan IHSG, BEI berharap indeks utama tersebut dapat memberikan gambaran kondisi pasar yang lebih representatif. Meski demikian, perubahan metodologi indeks perlu dibedakan dari perubahan harga saham yang terjadi dalam perdagangan.

Dua Inisiatif untuk Transparansi Pasar Modal

Pengeluaran saham HSC merupakan satu dari dua inisiatif baru yang diumumkan BEI untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia. Inisiatif lainnya adalah penambahan informasi mengenai afiliasi pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen atau lebih.

Informasi afiliasi diharapkan membantu investor memahami hubungan antarpemegang saham serta menilai konsentrasi kepemilikan dalam suatu perusahaan. Keterbukaan tersebut menjadi penting bagi investor dalam menilai risiko investasi dan kualitas tata kelola emiten.

Kedua inisiatif diumumkan setelah BEI menggelar pertemuan dengan penyedia indeks global MSCI Inc pada Senin (19/10) pukul 15.30 WIB.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah MSCI pada Jumat (16/10) membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final mengenai usulan perubahan klasifikasi tersebut paling lambat akhir Juni 2027. Karena itu, transparansi kepemilikan, ketersediaan saham untuk publik, dan kredibilitas pasar menjadi perhatian penting dalam agenda reformasi pasar modal Indonesia.

Langkah BEI diharapkan memperkuat kepercayaan investor domestik maupun asing. Namun, efektivitasnya akan bergantung pada pelaksanaan kebijakan, konsistensi keterbukaan informasi, dan penegakan aturan di pasar modal.

Berikut daftar 80 saham kategori HSC yang diurutkan berdasarkan abjad kode saham (A–Z).

 

Kode

Nama Emiten

 

ADES

Akasha Wira International

 

AGAR

Asia Sejahtera Mina

 

AGII

Samator Indo Gas

 

ALII

Ancara Logistics Indonesia

 

ALKA

Alakasa Industrindo

 

BALI

Bali Towerindo Sentra

 

BAJA

Saranacentral Bajatama

 

BBHI

Allo Bank Indonesia

 

BBMD

Bank Mestika Dharma

 

BBSI

Krom Bank Indonesia

 

BDKR

Berdikari Pondasi Perkasa

 

BELI

Global Digital Niaga

 

BINA

Bank Ina Perdana

 

BIKE

Bhineka Inovasi Ketahanan Energi

 

BKDP

Bukit Darmo Property

 

BMAS

Bank Kasikorn Indonesia

 

BREN

Barito Renewables Energy

 

BSWD

Bank of India Indonesia

 

BTPN

Bank SMBC Indonesia

 

BYAN

Bayan Resources

 

CITA

Cita Mineral Investindo

 

CLAY

Citra Putra Realty

 

CMNT

Cemindo Gemilang

 

CMNP

Citra Marga Nusaphala Persada

 

DCII

DCI Indonesia

 

DGWG

Delta Giri Wacana

 

DMND

Diamond Food Indonesia

 

DNET

Indoritel Makmur Internasional

 

DSSA

Dian Swastatika Sentosa

 

DUTI

Duta Pertiwi

 

ELPI

Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari

 

EPMT

Enseval Putera Megatrading

 

FAPA

FAP Agri

 

FITT

Hotel Fitra International

 

GEMS

Golden Energy Mines

 

HATM

Habco Trans Maritima

 

IFSH

Ifishdeco

 

INDO

Royalindo Investa Wijaya

 

INPP

Indonesian Paradise Property

 

KING

Hoffmen Cleanindo

 

KONI

Perdana Bangun Pusaka

 

LIFE

MSIG Life Insurance Indonesia

 

MAYA

Bank Mayapada Internasional

 

MCOL

Prima Andalan Mandiri

 

MDIA

Intermedia Capital

 

MEGA

Bank Mega

 

MGRO

Mahkota Group

 

MKPI

Metropolitan Kentjana

 

MLPT

Multipolar Technology

 

MORA

Ekamas Mora Republik

 

MPRO

Maha Properti Indonesia

 

MSJA

Multi Spunindo Jaya

 

MTEL

Dayamitra Telekomunikasi

 

NICK

Charnic Capital

 

PGUN

Pradiksi Gunatama

 

POLU

Golden Flower

 

PRAY

Famon Awal Bros Sedaya

 

PSAB

J Resources Asia Pasifik

 

RI​SE

Jaya Sukses Makmur Sentosa

 

RLCO

Abadi Lestari Indonesia

 

ROCK

Rockfields Properti Indonesia

 

SAFE

Steady Safe

 

SAME

Sarana Meditama Metropolitan

 

SATU

Kota Satu Properti

 

SHIP

Sillo Maritime Perdana

 

SILO

Siloam International Hospitals

 

SMAR

Sinar Mas Agro Resources and Technology

 

SMMT

Golden Eagle Energy

 

SOHO

Soho Global Health

 

SOTS

Satria Mega Kencana

 

SRAJ

Sejahteraraya Anugrahjaya

 

SSMS

Sawit Sumbermas Sarana

 

STTP

Siantar Top

 

TBIG

Tower Bersama Infrastructure

 

TCPI

Transcoal Pacific

 

TMAS

Temas

 

WBSA

BSA Logistics Indonesia

 

YUPI

Yupi Indo Jelly Gum

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
reformasi pasar modal saham HSC 80 saham HSC bursa efek indonesia ihsg