Polda Kalbar Cari Aktor Intelektual Demo Ricuh

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:03 WIB

 

KEKERASAN: Momen saat ketegangan memuncak di tengah aksi demonstrasi mahasiswa di halaman Kantor Gubernur Kalbar dan Bundaran Digulis Untan, Selasa (20/10). Sejumlah mahasiswa  menjadi korban pemukulan oleh oknum tak dikenal berpakaian preman saat berupaya menyampaikan aspirasi. (Foto: tangkapan layar video warga)
KEKERASAN: Momen saat ketegangan memuncak di tengah aksi demonstrasi mahasiswa di halaman Kantor Gubernur Kalbar dan Bundaran Digulis Untan, Selasa (20/10). Sejumlah mahasiswa menjadi korban pemukulan oleh oknum tak dikenal berpakaian preman saat berupaya menyampaikan aspirasi. (Foto: tangkapan layar video warga)

 

PONTIANAK POST – Polda Kalimantan Barat (Kalbar) mendalami dugaan keterlibatan aktor intelektual dan penyandang dana dalam kericuhan dalam demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Kalbar hingga Tugu Digulis, Selasa (20/10). Selain menyelidiki dugaan kekerasan terhadap sejumlah mahasiswa, polisi menelusuri kemungkinan adanya pihak yang menggerakkan dan membiayai massa dalam aksi tersebut.

Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar masih mengumpulkan bukti materiil dan memeriksa saksi-saksi terkait.

“Demokrasi menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, Polda Kalbar juga bertanggung jawab memastikan bahwa kebebasan tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk memprovokasi kerusuhan maupun mengganggu stabilitas keamanan di Kalbar,” kata Bambang, Rabu (28/10).

Menurut Bambang, penyelidikan tidak hanya berfokus pada kejadian fisik di lapangan, tetapi juga mendalami dugaan adanya pihak yang berperan di balik mobilisasi massa, termasuk kemungkinan pendanaan aksi.

Ia menyebut penyidik tengah menelusuri dugaan keterlibatan aktor intelektual atau mastermind yang disebut menjadi penyandang dana bagi para demonstran. Namun, dugaan tersebut masih dalam proses penyelidikan dan perlu dibuktikan melalui alat bukti yang sah.

Peristiwa yang menjadi perhatian polisi itu terjadi saat mahasiswa menggelar demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Kalbar pada 20 Oktober lalu. Berdasarkan keterangan Polda Kalbar, situasi bermula ketika mahasiswa membakar ban di halaman kantor gubernur.

Ketegangan meningkat ketika Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) berupaya memadamkan api, tetapi mendapat perlawanan dari massa. Situasi kemudian berkembang menjadi perkelahian hingga ke kawasan Bundaran Digulis, Universitas Tanjungpura (Untan).

Dalam rangkaian peristiwa tersebut, sejumlah mahasiswa mengaku mengalami kekerasan oleh orang-orang berpakaian preman. Identitas dan keterlibatan pihak-pihak yang diduga melakukan pemukulan masih harus dipastikan melalui proses hukum.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa menjadi korban pemukulan. Mahasiswa juga telah melaporkan dugaan kekerasan tersebut kepada Polda Kalbar. Mereka mendesak kepolisian mengusut perkara secara transparan dan menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

Desakan pengusutan sebelumnya disampaikan langsung kepada Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menemui massa aksi di halaman Kantor DPRD Kalbar, Jumat (23/10). Norsan meminta kepolisian segera memproses laporan dugaan kekerasan tersebut.

Ia mengatakan telah memperoleh informasi dari Kapolresta Pontianak bahwa perkara itu sedang dalam pemeriksaan. Norsan menegaskan penanganan selanjutnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.

“Sudah disampaikan Pak Kapolresta bahwa sedang dalam proses pemeriksaan. Saya minta ke Polda untuk segera diproses,” ujar Norsan di hadapan massa. “Masalah proses selanjutnya kita serahkan ke APH,” tegasnya. Dugaan kekerasan tersebut menjadi salah satu persoalan yang disuarakan mahasiswa dalam rangkaian aksi di Kalbar. (bar)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
kekerasan mahasiswa pontianak kericuhan polda demo