Ria Norsan: Hidup Berarti Bukan soal Jabatan, tetapi Manfaat bagi Sesama

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 10:39 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Sajadah Fajar di Masjid Al-Hikmah Pontianak. (ADPIM PEMPROV KALBAR)
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Sajadah Fajar di Masjid Al-Hikmah Pontianak. (ADPIM PEMPROV KALBAR)

PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengingatkan bahwa kebermaknaan hidup tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kebaikan dan manfaat yang diberikan kepada orang lain. Ia mengajak masyarakat untuk tidak menunda kesempatan berbuat baik, sekecil apa pun kebaikan tersebut.

“Hidup kita belum punya arti apabila belum dapat memberikan kebaikan dan kebahagiaan kepada orang lain. Hidup kita baru punya arti apabila sudah dapat memberikan kebaikan dan kebahagiaan kepada orang lain, sesuai jabatan dan profesi masing-masing,” ujar Norsan saat menyampaikan tausiyah dalam kegiatan Sajadah Fajar di Masjid Al-Hikmah Pontianak, Senin (2/11).

Menurut Norsan, setiap kesempatan untuk berbuat baik perlu dimanfaatkan karena waktu tidak dapat diulang. Ia juga mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapat balasan dari Allah SWT.

Baca Juga: Sampaikan Kultum di Masjid Al-Mukarramah Sintang, Ria Norsan Tekankan Kepedulian Sosial Umat Islam

“Mari kalau ada kesempatan berbuat kebaikan, jangan ditunda-tunda. Karena waktu tidak akan diulang kedua kali. Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, insya Allah akan dibalas Allah dengan yang lebih baik lagi,” pesannya.

Norsan berharap kegiatan Sajadah Fajar dapat menjadi momentum bagi jemaah untuk meningkatkan amal kebaikan dan memperkuat keimanan. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dan melaksanakan salat Subuh berjemaah di masjid tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan turut menyampaikan tausiyah. Ia mengajak jemaah memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW serta meneladani perjuangan dan pengorbanan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam.

Helmi mengatakan, perjuangan Rasulullah dilakukan dengan mengorbankan harta, diri, dan waktu agar ajaran Islam dapat sampai kepada umat.

“Beliau telah mengorbankan segalanya, harta, diri, dan waktunya. Bukan untuk menjadi orang paling kaya, paling terkenal, atau paling berkuasa di muka bumi. Tetapi seluruh perjuangan dan pengorbanannya untuk sampainya agama kepada kita, untuk wujudnya amal agama sempurna di tengah umat di seluruh alam,” ungkap Helmi.

Ia juga menekankan pentingnya agama sebagai pedoman untuk meraih kebahagiaan dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Menurutnya, kebahagiaan tidak ditentukan oleh kekayaan, jabatan, ataupun popularitas.

Kegiatan Sajadah Fajar tersebut diawali dengan salat Subuh berjemaah, kemudian dilanjutkan tausiyah oleh kedua gubernur. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Erlina Norsan. (mse)

Editor : Rafael B. Junior
berita Pontianak ria norsan gubernur kalbar sajadah fajar Helmi Hasan