Reshuffle Ketujuh Kabinet Prabowo, 18 Pejabat Dilantik

Basilius Andreas Gas • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 08:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah Menteri, Wamen dan Kepala Lembaga Kebinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym).
Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah Menteri, Wamen dan Kepala Lembaga Kebinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym).

PONTIANAK POST - Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih dengan melantik 18 pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10). Perombakan ini menjadi reshuffle ketujuh sejak pemerintahan Prabowo berjalan dan dilakukan kurang dari sebulan sebelum pemerintahannya genap berusia dua tahun.

Mayoritas pejabat yang dilantik merupakan wajah baru dalam kabinet. Sejumlah pejabat lama diberhentikan dengan hormat, dipindahkan ke posisi lain, atau dipercaya mengisi lembaga baru yang dibentuk dalam struktur pemerintahan.

Perubahan paling menonjol terjadi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Listyo mengakhiri masa kepemimpinannya setelah sekitar lima tahun delapan bulan menjabat sebagai Kapolri. Ia sebelumnya memimpin Polri sejak era pemerintahan Presiden Ke-7 Joko Widodo dan tercatat sebagai Kapolri dengan masa jabatan terpanjang setelah era Reformasi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Sebelum pelantikan berlangsung, Presiden Prabowo memberikan tanda kehormatan kepada dua pejabat tersebut. Listyo Sigit menerima Bintang Mahaputera Adipurna, sedangkan Dedi Prasetyo dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana.

Suyudi Resmi Pimpin Polri

Penunjukan Suyudi sebagai Kapolri berlangsung dalam waktu relatif singkat. Pada Selasa (29/9), saat masih menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Suyudi menghadiri rapat terbatas di Istana yang dipimpin Presiden Prabowo.

Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Saat itu, Suyudi mengaku belum mendapat informasi mengenai pencalonannya sebagai Kapolri.

Informasi penunjukan tersebut baru diterimanya pada Kamis pagi. Suyudi kemudian menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI selama sekitar 30 menit.

Dalam uji tersebut, Suyudi menyampaikan visi, misi, program kerja dan sejumlah prioritas yang akan dijalankan sebagai Kapolri. Komisi III DPR RI kemudian menyetujui pencalonannya secara aklamasi, sebelum mendapat persetujuan DPR RI melalui Rapat Paripurna.

Beberapa jam setelah persetujuan tersebut, Suyudi resmi dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri di Istana Negara.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Listyo Sigit Prabowo yang telah membimbing dan juga memberikan banyak hal dalam karier kami sehingga kami bisa di titik ini. Tentunya, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto," kata Suyudi saat jumpa pers selepas acara pelantikan di Istana Negara.

Suyudi mengatakan dirinya akan memastikan penegakan hukum berjalan adil, meningkatkan pelayanan kepolisian serta memperbaiki berbagai layanan Polri untuk masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya kedekatan polisi dengan masyarakat sebagai salah satu prioritas kepemimpinannya.

"Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat, dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat," ujar Suyudi menjawab pertanyaan wartawan mengenai prioritas kerjanya sebagai Kapolri yang baru.

Sejumlah Posisi Strategis Berganti

Selain posisi Kapolri dan Wakapolri, Presiden Prabowo melakukan pergantian di sejumlah posisi strategis pemerintahan.

Sugiono ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno. Setelah pelantikan, Sugiono mengakhiri tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri yang telah dijalankan selama hampir dua tahun.

Untuk posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Presiden Prabowo menunjuk Dudung Abdurachman menggantikan Djamari Chaniago.

Dudung sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional. Sementara itu, Listyo Sigit yang telah mengakhiri tugas sebagai Kapolri dipercaya menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Presiden juga membentuk struktur baru dengan menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri ESDM.

Bahlil menjelaskan, untuk sementara waktu, kementerian koordinator baru tersebut berkantor di lingkungan Kementerian ESDM sehingga dirinya merangkap kedua jabatan tersebut.

Pada jajaran kementerian teknis, Arrmanatha Christiawan Nasir atau Tata dilantik sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Sebelumnya, Tata menjabat Wakil Menteri Luar Negeri.

Muhammad Sarmuji kemudian dilantik sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Presiden juga melantik Nurkholisoj Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai wakil menteri keuangan. Selain itu, Dradjad Hari Wibowo dipercaya menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Posisi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan diisi Irwan Meilano, sedangkan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, yang sebelumnya menjabat Wakil KSAD, dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Di luar jajaran kementerian, Presiden Prabowo melantik Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI dan Radian Syam sebagai Anggota Ombudsman RI.

Komjen Pol. (Purn.) Muhammad Fadil Imran dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), sedangkan Aryanto Wibowo dipercaya menjadi Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Adapun Dedi Prasetyo, yang sebelumnya menjabat Wakapolri, dipercaya memimpin lembaga baru sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). (ant)

Editor : Basilius Andreas Gas
Sumber : Antara
Prabowo Subianto Menteri presiden Kabinet Merah Putih