PONTIANAK POST – Ada kebahagiaan sederhana yang terpancar dari wajah Abdul Basit (33), Selasa (27/10). Hari itu, untuk pertama kalinya, listrik dari sambungan miliknya sendiri menerangi rumah sederhana yang ia tempati bersama keluarga di Jalan Kebangkitan, Siantan Hilir, Pontianak.
Bagi sebagian orang, menyalakan lampu mungkin menjadi hal biasa. Namun bagi Abdul Basit, cahaya itu adalah penantian panjang. Selama kurang lebih dua tahun, keluarganya menjalani keseharian dengan menumpang aliran listrik dari rumah tetangga.
Kini, ia tak lagi bergantung pada sambungan tersebut. Rumahnya telah memiliki listrik sendiri.
“Selama kurang lebih dua tahun kami menumpang listrik dari tetangga. Alhamdulillah sekarang sudah punya listrik sendiri. Terima kasih kepada PLN dan seluruh pegawai yang sudah membantu,” ujar Abdul Basit.
Sehari-hari, Abdul Basit bekerja sebagai petani dengan menggarap kebun milik orang lain. Dari pekerjaan tersebut, ia memperoleh penghasilan sekitar Rp2 juta setiap bulan. Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga keinginan memiliki sambungan listrik sendiri belum mampu ia wujudkan.
Namun harapan itu akhirnya datang melalui Light Up The Dream (LUTD), program bantuan penyambungan listrik gratis yang bersumber dari donasi sukarela pegawai PLN bagi keluarga prasejahtera.
Bukan sekadar menghadirkan lampu yang menyala, program ini membawa sebuah kemandirian baru bagi keluarga Abdul Basit. Kini, keluarganya dapat menjalani aktivitas di rumah dengan lebih aman dan nyaman tanpa lagi bergantung pada listrik dari rumah orang lain.
Manager PLN UP3 Mempawah, Abdul Azis, mengatakan Abdul Basit menjadi salah satu warga yang mendapat bantuan melalui program LUTD.
“Pak Abdul Basit selama ini masih menggunakan aliran listrik dari tetangga. Melalui Light Up The Dream, kami ingin membantu beliau memiliki sambungan listrik sendiri. Mudah-mudahan listrik ini membawa manfaat, memberikan kenyamanan bagi keluarga, sekaligus membuka harapan untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Abdul Azis.
Menurutnya, LUTD lahir dari kepedulian insan PLN kepada masyarakat di sekitar mereka. Para pegawai secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya agar keluarga yang belum mampu memiliki sambungan listrik dapat menikmati listrik secara mandiri.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Maria G. I. Gunawan, mengatakan Light Up The Dream merupakan wujud nyata semangat gotong royong yang menjadi bagian dari Budaya Nusantara di lingkungan PLN.
“Light Up The Dream lahir dari hati dan kepedulian pegawai PLN. Dengan semangat gotong royong, pegawai secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat prasejahtera agar dapat memiliki sambungan listrik sendiri,” ujar Maria.
Menurut Maria, bagi PLN, menghadirkan listrik bukan hanya tentang menyambungkan kabel dan menyalakan lampu. Lebih dari itu, listrik diharapkan dapat menghadirkan kenyamanan, membuka peluang, serta menumbuhkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.
“Semoga setiap cahaya yang dinyalakan melalui program ini membawa berkah dan menjadi awal bagi kehidupan yang lebih baik. Kami berharap semangat gotong royong ini terus tumbuh sehingga semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat listrik secara mandiri,” tutup Maria.
Hari itu, tidak ada perayaan besar di rumah Abdul Basit. Hanya sebuah lampu yang akhirnya menyala dari sambungan listrik miliknya sendiri.
Namun dari cahaya sederhana itulah, tersimpan rasa syukur, kemandirian, dan sebuah harapan baru untuk menatap hari esok. (*)
Editor : Rafael B. Junior